Riau (Inmas) “Setelah Tahapan Armuzna selesai yang merupakan puncak pelaksanaan rukun haji, Jemaah Kloter 20 BTH mulai merasakan beberapa persoalan”. Ucap Anasri, selaku Ketua Kloter BTH-20 melaporkan kondisi terkini jemaahnya kepada humas, Jum’at (23/08) pukul 22.40 WIB.
Menurutnya, Jemaah haji lansia diatas 70 tahun dalam kelompok terbang ini berjumlah lebih kurang 209 orang.
“Mereka mulai merasakan beberapa persoalan kesehatan, karena pelaksanaan armuzna sangat menguras tenaga baik lahir maupun bathin”, katanya.
Selain itu hal ini juga disebabkan di Syisah yang dekat dengan daerah Jamarat, jalan-jalan ditutup dimana-mana.
“Akibatnya mobil yang mengantarkan jemaah dari Mina tidak bisa merapat ke hotel. Otomatis,jemaah beserta barang-barang bawaan diturunkan jauh dari hotel”, terang Anasri menjelaskan.
Terlebih lagi kondisi cuaca ekstrim, menambah faktor melemahnya kesehatan jemaah.
Tidak hanya itu, ada satu mobil mogok yang di dalamnya rombongan 8 dan 1, dimana usia jemaah didalamnya rata-rata 70 tahun dan berhenti hampir 25 km dari hotel. Belum lagi kondisi jalanan yang begitu macet, krodit, nyaris tidak bisa bergerak. Hanya pejalan kaki yang bisa bergerak, urainya kepada humas.
"Masyaallah betul betul kondisi berat bagi jemaah pada waktu itu", kenangnya.
“Alhamdulillah setelah berkomunikasi dengan maktab, sektor bahkan Daker jemaah yang kondisinya lemah terkumpul kembali sampai pukul 3 pagi WAS” tuturnya.
Ia mengatakan daya recovery stamina dan fungsi organ tubuh jemaah lansia memang tidak secepat yang berusia dewasa. Bahkan ada Jemaah yang kembali ke hotel pagi-pagi setelah pukul 9:00 pagi.
Anasri menyampaikan, sebelumnya (13/08/ 2019) dari Mina sudah diprediksi juga oleh. Dr. Rudi TKHI kloter BTH 20 tentang kondisi tersebut.
Hari istirahat seluruh jemaah dimotivasi dapat melanjutkan proses rukun haji Tawaf ifadah, Sai dan Tahalallul.
Semua jamaah divisit oleh seluruh petugas kloter termasuk TPHD/TKHI yang sangat berkontribusi dalam memberikan semangat, motivasi, pengobatan lahir dan bathin jamaah. Penyuluhan untuk banyak minum pemakaian APD terus digencarkan, sambungnya.
Bagi jemaah yang sudah kembali pulih tenaga dan pikirannya langsung melaksanakan thawaf secara mandiri perregu atas inisiatif mereka dengan tetap di ketahui oleh TPHI dan TPIHI.
Kondisi kesehatan melemah, Sehingga 5 orang Jemaah Haji Kloter 20 BTH dirujuk ke RSAS.
Bagi jemaah yang lansia disinilah letak persoalannya. Proses recovery diri, stamina dan keseimbangan proses kejiwaan untuk berfikir positif dan percaya diri lambat kembalinya.
“Inilah kenapa mereka jadi tidak selera makan dan minum. Dengan demikian banyak yang terserang penyakit sesak napas, broncho peneumonia (infeksi saluran pernapasan, yang berawal dari demam, batuk dan pilek”. Menirukan penjelasan Dr. Rudi.
Untuk upaya preventif, seluruh petugas telah berupaya memberikan tips untuk menjaga kesehatan dengan selalu meyakinkan bahwa minum minimal 3 liter sehari salah satu upaya penting mencegah penyakit yang akan sudah disebutkan di atas, tukasnya.(vera)