Pelalawan (Inmas)- Suluk adalah salah satu kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh kelompok Thariqat, baik Naqsabandiyah maupun yang lainnya. Suluk berasal dari bahasa Arab Salaka - Yasluku - Suluk, yang artinya adalah berjalan. Suluk adalah kegiatan Berjalan menuju keridhoan Allah SWT, dengan cara cara tertentu yang diajarkan oleh para guru, ulama thariqat yang muktabarah.
Menurut Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, saat memberikan sambutan pengarahan pada pembukaan Khalwat/ Suluk Naqsabandiyah Desa Kiyap Jaya Kec Bandar Sei Sikijang Kec Pelalawan, Kamis (19/1/2017), kegiatan suluk sangat berperan membantu pemerintah dalam meningkatkan spritualitas masyarakat, sehingga terbentengi dan bahkan mampu membentengi umat dari penyakit penyakit masyarakat (Pekat) yang siap mengintai bahkan menerkam masyarakat, sehingga terjerumus ke lembah kehinaan dan kehancuran.
Dalam acara yang dihadir Bupati Pelalawan yang diwakili Staf Ahli Tengku Haji Nisbat, Kakan Kemenag Pelalawan yang diwakili Kasi Bimas Islam dan Kasi Penyelenggara Haji, Camat dan Kepala KUA serta UPIKA Bandar Sei Sikijang, Mursyid Tuan Syekh Haji Abdul Domad, Khalifah Tuan Guru Haji Abdul Ghani, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan ratusan umat islam lainnya, Kakanwil Kemenag Riau yang juga mantan Kakan Kemenag Rohul, yang biasa disapa pak Ahmad ini, lebih lanjut menyatakan bahwa anak- anak generasi muda dan bahkan diri sendiri, saat ini dikepung dari berbagai penjuru, khususnya oleh Narkoba yang dengan mudah didapatkan dimana saja.
Termasuk juga oleh media media sosial yang sangat rentan menyita waktu dan bahkan menghancurkan keluarga umat Islam. Bahkan ada yang bercerai gara gara SMS nyasar, kehabisan waktu mengurus keluarga karena asyik ber SMS ria, main face book, dan lain sebagainya.
Akibatnya menurut alumni pondok pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Prov Sumatera Utara ini, angka perceraian sangat tinggi untuk Prov Riau. Berdasarkan data hampir mencapai 30 persen dari angka perkawinan.
"Hal ini tentu sangat membahayakan bangsa dan negara kesatuan republik indonesia, sebab benteng ketahanan suatu bangsa itu adalah keluarga. Jika keluarga baik, sakinah mawaddah wa rohmah, maka dapat fipastikan ketahanan sebuah negara akan sangat baik. Sebaliknya, jika keluarga berantakan, cekcok dan bercerai, maka ketahanan negara sangat rapuh dan cenderung berantakan dan bahkan bubar," ungkapnya prihatin.
Oleh karena itu, Ahmad Supardi Hasibuan berharap agar umat islam dapat mengijuti keguatan suluk ini, sebab akan sangat membantu membentengi umat dari kebinasaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (ash/e-m)
