Jakarta (Inmas)- Realisasi Anggaran Kementerian Agama hingga 15 November 2016 berada pada urutan ketiga setelah Polri dan Kemenkue, dengan prosentasi 74,80 %. Sementara, realisasi anggaran Kemenag Provinsi Riau berada pada posisi di atas rerata nasional yakni 76,53% atau posisi 11 nasional.
Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasubag Keuangan dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau, H Anasri S Ag M Pd, usai mengikuti acara pembukaan Rapat Terbatas Pelaksanaan Anggaran Tahun 2016 di Aula Sekjen Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/11).
Ahmad Supardi mengatakan, dalam sambutan Sekjen kemenag RI, Prof. Dr. H. Nur Syam saat membuka kegiatan rapat anggaran yang diikuti seluruh Kakanwil, para dirjen dan Rektor Perguruan Tinggi se Indonesia, mengharapkan capaian realisasi anggaran Kemenag RI semakin meningkat.
Berdasaarkan klasifikasi jenis belanja yang perlu mendapat perhatian khusus untuk dikawal pelaksanaan dan pencairan dananya adalah belanja modal 52,62%. Begitu juga dengan belanja bantuan sosial sebesar 54,13%. Hal ini semakin penting mengingat sisa hari efektif pelaksanaan anggaran tinggal 34 hari lagi.
“Realisasi anggaran Kanwil Kemenag Riau berada pada posisi di atas rerata nasional yakni 76,53% atau berada pada posisi 11 nasional. Tentu ini merupakan angka yang sudah cukup fantastik, tinggal bagaiman dapat menuntaskan anggaran yang tersisa,” ujarnya.
Ia berharap kepada seluruh kepala satker sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran agar mengawal pelaksanaan anggaran ini sampai batas akhir pencairan. Belanja yang menjadi perhatian khusus adalah belanja barang, belanja modal dan belanja sosial. Untuk belanja barang terutama kegiatan- kegiatan fullboard segera dilaksanakan, begitu juga dengan pembayaran Tunjangan Penyuluh Agama.
“Untuk belanja modal tercatat pada OM SPAN masih ada sisa sekitar Rp9 milyar. Kita berharap ini sudah on going, tinggal pengajuan SPM dan keluarnya SP2D dari KPPN. Sedangkan untuk belanja sosial, khususnya penyaluran PIP yang mana dananya ada di DIPA Madrasah Negeri dan Kankemanag Kab/ Kota, lakukan koordinasi efektif, mengingat pencairannya harus didukung oleh bukti- bukti administrasi yang berasal dari luar satker Kemenag. Untuk dana BOS, alhamdulillah sudah dilaksanakan 100%,” ucapan terimakasih dan penghargaan untuk pengelola keuangan di lingkungan Kemenag Riau.
Ia menambahkan, untuk belanja pegawai, kakanwil berharap agar unit yang terlibat dalam penghitungan gaji dan komponen- komponen yang ada di dalamnya, hendaknya melakukan relokasi antar satker se kanwil Kemenag Provinsi Riau.
“Khusus di program Pendis, tunjangan profesi guru hitung betul berapa dana yang tersedia dan berapa yang dibutuhkan. Lakukan revisi dengan mengikuti aturan- aturan yang berlaku, demikian juga pada program lain. Gaji yang berlebih di satker Kanwil relokasi ke satker daerah, usahakan maksimal agar pagu minus dapat dihindari dengan optimalisasi pagu yang ada,” tegasnya. (mus)