Bagansiapiapi (Inmas)- Di era saat ini, perkembangan teknologi semakin hari semakin maju dengan model yang beranekaragam hingga yang memiliki kecanggihan yang sangat luar biasa. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas dan menjalankan beban kerja yang semakin hari semakin tinggi.
Untuk itulah, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kakan Kemenag Rohul H Agustiar S Ag dalam acara silaturrahim dan pembinaan pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Rokan Hilir, Senin (21/11) di Aula Kemenag Rohil menegaskan, agar tidak tersisih dan jadi pegawai pasif, semua pegawai kemenag harus menguasai informasi teknologi (IT).
“Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun honorer di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau dan Kabupaten/kota harus menguasai IT, sebab kemajuan ilmu pengetahuan dalam globalisasi menjadikan tidak ada jarak antara satu daerah dengan daerah lain bahkan antar satu negara sekalipun. Mau membuat surat tidak harus menulis konsep dulu, tapi langsung ketik ke computer, mau kirim surat tidak harus keluar ke kantor pos, tapi lewat email, tampa biaya dan sangat praktis,” tegasnya di hadapan Kasi- Kasi, pegawai dan honorer di Kemenag Rohil.
Menurut Ahmad Supardi sejak saat ini dan yang akan datang, pegawai yang tidak menguasai IT atau bahkan tidak bisa membuka computer, maka tidak ada pekerjaan yang bisa diberikan kepadanya. Karena semua pekeraan sudah menggunakan teknologi. Bisa jadi, pegawai yang tidak bisa IT akan menjadi pegawai yang “sakit”.
“Pegawai yang sakit adalah pegawai yang tidak punya pekeraan, tidak ada yang menyuruhnya bekerja, dan tidak ada pula yang menegurnya karena tidak bekerja. Padahal, semakin banyak pekerjaan, maka semakin baik, sejak datang hingga pulang kantor waktu benar- benar di isi untuk bekerja, bukan main game, termenung dan sebagainya,” ungkap Ahmad Supardi menyikapi fenomena jika pegawai tidak bisa menggunakan IT.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak, baik kasi maupun pegawai untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan terus belajar dan bertanya pada mereka yang lebih tahu. Sehingga tidak tersisih dan jadi pengawai yang sakit dalam sebuah intansi.
Sementara itu, dalam penyampaian Kakan Kemenag Rohil H Agustiar S Ag, kondisi pegawai di Lingkungan Kemenag Rohil sudah cukup baik dengan penguasaan teknologi yang cukup tinggi walaupun masih minim pegawai. Sehingga, volume kerja sangat tinggi, ditambah dengan harus adanya tenaga- tenaga operator yang ahli IT.
“Saat ini jumlah pegawai kita 40 orang, 23 orang PNS dan sisanya merupakan honorer. Semua memiliki volume kerja yang sangat tinggi karena masih sangat terbatasnya tengaga di Kemenag Rohil. Namun berkat kerja keras dan dukungan semua khususnya Kakanwil, semua masalah dapat diatasi,” ungkap Agustiar. (mus)