Rokan Hulu (Inmas)- Jamaah tarekat atau ulul albab, secara khusus disebut dalam Al- Qur’an surat Al Imran Ayat 190- 191, yang berfikir tentang penciptaan langit dan bumi dan berzikir. Hal tersebutlah yang pernah mengantarkan kejaan Dunia Islam dengan menguasai 2/3 dunia.
Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, pada Peringatan HAUL ke 66 Syekh Abbas di Madrasah Suluk Hidayatussalikin Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (29 Rajab 1438 H/ 26 April 2017) yang dihadiri pejabat pemerintah, jamaah dan undangan.
Lebih jelas Ahmad Supardi menuturkan, ulul albab memiliki dua ciri khas, dalam Al Imaran Ayat 190 yang artinya "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan Siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal".
"Ayat tersebut menjelaskan tetang akal atau berfikir, berfikir tentang penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam. Sehingga ulama- ulama besar terdahulu banyak yang ahli dalam ilmu alam, seperti Ibnu Sina ahli kedokteran, dimana segalam macam penyakit yang bukunya menjadi refensi utama di Eropa selama 500 tahun untuk fakultas kedokteran. Ilmu Matematika oleh Al Jabar, ahli logika Ibnu Rusydi orang spanyol, termasuk penemuan sekarang saat bersin harus baca Alhamdulillah, Yarhakumullah (yang mendengar), Yahdikumullah rupanya ada keajaiban disana kecepatan 700 km/ detik, dan penemuan- penemuan lainnya," jelasnya.
Lanjut Ahmad, ciri kedua pada ayat 191 tentang zikir, yang artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka".
"Jadi secara prinsip, jamaah tarekat ini adalah ulul albab, yang secara khusus disebut dalam Al- Qur’an, banyak memikirkan penciptaan langit dan bumi dan banyak berzikir. Prinsipnya hanya dua, pertama ahli fikir, dan ahli zikir," tegasnya.
Namun permasalahan yang terjadi zaman sekarang, khususnya di Indonesia yang lebih menonjol adalah ahli zikir, ahli fikir jauh tertinggal. Namun hal tesebut telah kembali mulai dikembangkan upaya untuk meningkatkan ahli fikir, seperti dibukanya sekolah- sekolah tahfiz.
Sejarah mencatat, ketika Dunia Islam maju dengan menguasai dunia 2/3, karena perpaduan ahli fikir dan ahli zikir. Namun saat ini lebih menonjol ahli zikirnya, sehingga keilmuan sedikit tertinggal dibandingkan yang lain.
"Tugas kita kedepan, selain mempertahankan zikir, kita harus mengembangkan fikir dimulai dari anak- anak yang akan mempelajari ajaran- ajaran agama dan mengembangkannya," harapnya.
Besar Karena Do'a Jamaah Tarekat
Mantan Kakan Kemenag Rohul ini menambahkan, peran jamaah tarekat saat ini sangat dibutuhkan dalam masyarakat dan pemerintahan, sehingga banyak orang- orang tarekat yang menjadi pemimpin dan sebagainya. Bahkan, keberadaannya sebagai Kakanwil Kemenag Riau saat ini tidak lepas dari peran serta dan doa jamaah tarekat yang ada di Rokan Hulu.
Ia mengatakan, saat dirinya dilantik oleh Menteri Agama banyak orang tak percaya, dan banyak yang bertanya apa resep atau rahasianya? "Ada keunggulan saya yang tidak dimiliki oleh orang lain, yaitu saya di doakan oleh seluruh jamaah tarekat di Rokan Hulu. Bukan hanya aparatur pemerintah yang memberikan dukungan kepada saya, tetapi orang- orang tarekat di Rohul banyak yang nelpon dan menawarkan apa yang bisa dibantu, termasuk Achmad dan Plt Kakankemenag dan lain- lain, saya hanya bilang bantu saja saya dengan do’a," ujarnya.
Menurutnya, kalau dibantu mancam- macam akan jadi persoalan, kasi uang akan ditangkap KPK, kirim doa siapa yang akan menangkap. "Sampai sekarang dan sampai kapanpun saya keyakinan, saya bisa jadi kakanwil karena doa dan dukungan dari para kholifah dan mursyid di Rohul," tambahnya seraya mengharapkan, doa- doa mustajab dari para musyrid dan kholifah hendaknya tidak hanya doa untuk dirinya saja, tetapi untuk yang lain agar banyak pemimpin yang berasal dari jamaah tarekat, yang dekat dengan tarekat yang berfikir dan berzikir. (sobri/mus/drwsn)