Riau (Inmas)- Menyikapi
perkembangan terkini terkait musibah teror bom yang terjadi pada Ahad 13 Mei 2018 di Surabaya pada rumah
ibadah, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, mengutuk keras dengan peristiwa yang
terjadi sebagai penyalahgunaan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
“Tidak ada satu
agamapun yang mempunyai ajaran terorisme. Membunuh satu nyawa secara tidak benar, sesungguhnya ia
telah membunuh seluruh manusia di muka bumu ini,” tegas Ahmad
Supardi dalam sambutannya  di acara Konsolidasi Sinergitas Pemuka Agama dengan TNI- Polri dalam rangka mewujudkan pesta demokrasi damai di Provinsi Riau tahun 2018 yang
diikuti 100 majelis agama se Provinsi Riau, Selasa (15/5/2018) di Hotel Grand Central Pekanbaru.
Menurutnya, Provinsi
Riau merupakan Provinsi yang memiliki sumber daya alam yang potensial, baik
kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak bumi dan gas, serta emas,
maupun hasil hutan dan perkebunannya. Begitu juga secara sosial budaya,
Provinsi Riau adalah negeri melayu yang menjunjung nilai agama dan budaya.
Untuk perencanaan pembagunan, dengan kondisi tersebut, Provinsi Riau mempunyai
Visi yaitu Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Bathin Tahun 2020.
“Dari visi
tersebut dapat disarankan bahwa Provinsi Riau adalah negeri melayu yang menjunjung nilai budaya dan agama,
mempunyai spirit positif bagi masyarakatnya dalam terciptanya kerukunan umat
beragama. Jumlah penduduk Provinsi Riau lebih kurang berjumlah 6,364,306 jiwa,
dengan pemeluk islam berkisar 88,81%,
Kristen 7,22%, Katolik 1,71%, Hindu 0,34, Budha 0,06 relatif meneguhkan nilai
kerukunan dan keharmonisan sehingga kerukunan umat beragama di Provinsi Riau
relative masih terjaga,” ungkapnya.
Visi Provinsi
Riau di atas, tambahnya, selaras
dengan visi Kementerian Agama Provinsi Riau yaitu “Terwujudnya masyarakat
Provinsi Riau yang Taat Beragama, Handal, Rukun, Cerdas dan Mandiri”. Dalam
meneguhkan nilai ketaatan, dapat terlihat dengan jumlah rumah Ibadah Islam
Masjid dan mushalla berkisar 12.703 unit, gereja berkisar 1.881 unit, pura dan vihara 318 unit, dan
klenteng 40 Unit. Diperlukan strategi untuk menciptakan dan memelihara suasana
kebebasan beragam dan kerukunan umat beragama guna mewujudkan masyarakat
Provinsi Riau yang aman, damai, sejahtera, dan bersatu.
“Dapat kami
sampaikan juga bahwa potensi yang ada di Provinsi Riau ini, bukanlah tanpa
tantangan. Dalam menghadapi Pilkada Provinsi Riau tahun 2018 dan Pilpres 2019,
Kementerian Agama bekerja sama dengan instansi terkait dan Organisasi Sosial Agama, tokoh
masyarakat berusaha melalui program-program bernas Kementerian Agama melakukan
pendekatan kepada masyarakat untuk terciptanya Demokrasi damai tahun 2018-2019
di Provinsi Riau dengan Pogram Sarapan
Pagi Bersama Penyuluh Agama, Silaturrahmi Antar Lembaga dan Tokoh Agama (SALAM) dan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) serta program lainnya, kita terus memberikan kesadaran
bersama dalam upaya menciptakan situasi aman dan kondusif. Sehingga
Pogram-program pemerintah yang lain dalam mensejahterakan rakyat tetap dapat
berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan bersama,” jelas mantan Kakankemenag Rohul ini.
Ia menambahkan, dalam upaya meningkatkan Kerukunan Umat beragama di Provinsi Riau, perlu urun rembug bersama dalam mengupayakan situasi kondisi yang aman dan kondusif, diantaranya:
- Memperkuat
landasan/dasar-dasar (aturan /etika bersama) tentang kerukunan internal dan
antar umat beragama
- Membangun
harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan
mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi yang
ideal untuk menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi
- Menciptakan
suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka menciptakan pendalaman
dan penghayatan agama serta pengalaman agama yang mendukung bagi pembinaan
kerukunan hidup intern dan antar umat beragama
- Melakukan
eksplorasi secara luas tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dari seluruh
keyakinan plural umat manusia
- Melakukan
pendalaman nilai-nilai spriritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang
mengarahkan kepada nilai-nilai keutuhan
- Mengembangkan
wawasan multikultur bagi segenap unsure dan lapisan masyarakat
- Menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu hendaknya hal ini dapat dijadikan mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan beragama.
“Akhirnya, kami
berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi positif dalam mewujudkan
kerukunan khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi pada Pilgubri 2018 dan
Pemilu tahun 2019,” harapnya. (mus/eka/anto/faj)