0 menit baca 0 %

Ahmad Supardi: Kemenag Selalu Mengupayakan Kesejahteraan Guru Agama

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Guru merupakan profesi yang sangat penting untuk mencerdaskan bangsa dan saat ini kehidupan guru sudah menjadi sorotan paling penting oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan anggaran pemerintah terutama Kementerian Agama 80% untuk anggaran pendidikan agama dan keagamaan yang d...

Pekanbaru (Inmas) - Guru merupakan profesi yang sangat penting untuk mencerdaskan bangsa dan saat ini kehidupan guru sudah menjadi sorotan paling penting oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan anggaran pemerintah terutama Kementerian Agama 80% untuk anggaran pendidikan agama dan keagamaan yang didalamnya sebagian besar untuk tunjangan sertifikasi guru dan BOS. Hal ini dijelaskan oleh Ka. Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, pada kegiatan Orientasi Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Budha, Hari Sabtu (11/2), di Hotel Winstar, Pekanbaru.

Beliau juga mengungkapkan bahwa negara saat ini sangat mengutamakan kualitas pendidikan yang dapat mencerdaskan  bangsa karena hal ini juga diajarkan pada setiap agama apapun.

"Setiap agama yang diakui oleh negara ini saya yakin mengajarkan bahwa pendidikan agama dan keagamaan itu adalah hal yang paling dasar yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita. Hal ini dikarenakan agama merupakan pondasi dasar generasi penerus untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik terutama dalam hal spiritual," jelas Ahmad Supardi.

Kementerian Agama RI dengan anggaran yang sudah ketok palu sebagian besarnya diperuntukkan bagi kualitas pendidikan agama dan keagamaan tanpa memandang agama apapun yang diakui oleh NKRI yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, bahkan Konghucu.

"Saat ini porsi tunjangan guru agama apapun baik itu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, bahkan Konghuchu indeksnya sama Rp. 1.500.000,- karena itu sudah ketentuan dari pemerintah pusat," papar Ahmad Supardi dengan antusias.

Pada akhir sambutannya, Ahmad Supardi, berharap dengan tunjangan guru agama tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan guru sehingga kompetensi guru pun akan meningkat. Selain itu, dengan diadakannya kegiatan orientasi ini maka kesejahteraan guru juga harus berimbang dengan kualitas guru agama yang akan langsung berhadapan dengan generasi penerus bangsa. (izan/nvm)