0 menit baca 0 %

Ahmad Supardi: Jangan Jadi Pegawai yang Membosankan

Ringkasan: Indragiri Hilir (Inmas) - Pada akhir acara Peresmian Balai Nikah dan Manasik Haji Kec. Tembilahan ditutup dengan pembinaan pegawai yang langsung disampaikan oleh Ka. Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, Hari Selasa (17/1), di Halaman KUA Kec.

Indragiri Hilir (Inmas) - Pada akhir acara Peresmian Balai Nikah dan Manasik Haji Kec. Tembilahan ditutup dengan pembinaan pegawai yang langsung disampaikan oleh Ka. Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, Hari Selasa (17/1), di Halaman KUA Kec. Tembilahan.  Acara penutup ini dihadiri oleh pejabat, pegawai, kepala madrasah serta guru-guru madrasah yang berada di lingkungan Kemenag Indragiri Hilir.  

Pada pembinaan pegawai ini Ka. Kanwil Kemenag Riau menekankan betapa pentingnya menjaga nama baik Kementerian Agama dengan kinerja maksimal memberikan pelayanan agama dan keagamaan kepada masyarakat.

"Semua yang berada dikantor ini merupakan orang penting apapun jabatan dan pekerjaannya karena satu sama lain saling terkait. Bahkan cleaning service pun merupakan orang yang sangat penting karena tanpa mereka pasti kantor kita ini sudah acak-acakan dan kotor. Bahkan keberadaan seorang pejabat pun tidak akan ada artinya tanpa pegawainya. Maka dari itu kita semua ini menempati posisi yang sangat penting, kerjakanlah wewenang dan tanggungjawabnya sesuai dengan jabatan dan tupoksinya," jelas Ahmad Supardi.

Beliau juga menegaskan kepada peserta pembinaan untuk menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin tanpa ditunda serta berikan hasil pekerjaan dengan maksimal.

"Tidak ada yang tahu kapan umur ini akan berhenti maka selesaikan tugas dengan tepat waktu. Janganlah jadi pegawai yang tidak menyadari tupoksinya sehingga menjadi pegawai yang membosankan yang tidak melakukan apa-apa untuk peningkatan kinerjanya. Berhati-hati juga menjadi pegawai yang tidak memiliki pekerjaan mungkin itu waktunya interospeksi terhadap kinerja selama ini. Sudah saatnya pegawai Kementerian Agama memberikan kinerja yang baik dengan kreativitas dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat," tuturnya.

5 budaya kerja Kementerian Agama, sambung beliau, harus dapat diterapkan pada kegiatan sehari-hari dalam melaksanakan tupoksi demi memberikan hasil pekerjaan yang maksimal.

"Saya tidak pernah bosan mengingatkan kita semua akan pentingnya 5 budaya kerja Kementerian Agama yang harus diterapkan dalam melaksanakan tupoksi sehari-hari. 5 budaya kerja tersebut yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan saat ini harus sudah kita hapal bahkan dipraktekan sehari-hari untuk meningkatkan kinerja pegawai," Ahmad Supardi mengingatkan.
Beliau juga menambahkan bahwa saat ini ada 5 program prioritas Kementerian Agama yang menjadi titik fokus program utama kinerja Kementerian Agama.

"Program yang pertama yaitu meningkatkan kualitas kehidupan beragama yang dimulai dari ketahanan dan kestabilan keluarga kemudian meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan antar umat beragama yang merupakan tugas berat Kementerian Agama dalam menjaga kestabilan dan keharmonisan negara kita ini. Program selanjutnya yang sangat penting dalam pengkaderan generasi bangsa yang cerdas secara intelektual dan spiritual yaitu meningkatkan kualitas mutu pendidikan agama dan keagamaan," jelas Ahmad Supardi mengenai 3 program teratas.

Kemudian Beliau juga melanjutkan program selanjutnya yang merupakan kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang sangat populer yaitu peningkatan dalam pelayanan ibadah haji yang saat ini Kemenag Riau sedang mempersiapkan diri untuk pelaksanaan embarkasi haji antara yang akan dimulai pada tahun 2017.

"Program prioritas yang kelima merupakan materi pembinaan saat ini yaitu penertiban dan peningkatan tata kelola administrasi pemerintahan. Saya berharap tertib administrasi ini dapat dilaksanakan dengan disiplin dan teratur karena hal ini salah satu poin penilaian masyarakat terhadap kita terutama laporan keuangan yang harus lengkap disertai dengan bukti-buktinya," jelas Ahmad Supardi dengan tegas.

Pada akhir pembinaannya Ahmad Supardi berpesan kepada pegawai untuk melaksanakan 5 budaya kerja Kementerian Agama demi meningkatkan dan mewujudkan 5 program prioritas Kementerian Agama. (nvm/adi)