0 menit baca 0 %

Ahmad Supardi: Full Day Jangan Memutus Mata Rantai Pendidikan Agama

Ringkasan: Riau (Inmas)- Program sekolah lima hari yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jangan sampai memutus mata rantai pendidikan agama, seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).Hal tersebut ditegas Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Rabu (14/6/2017) men...

Riau (Inmas)- Program sekolah lima hari yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jangan sampai memutus mata rantai pendidikan agama, seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Hal tersebut ditegas Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Rabu (14/6/2017) menanggapi pertanyaan wartawan terkait dengan full day school.

โ€œBangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius dan berkarakter sopan santun serta hormat dan lemah lembut kepada orang lain. Oleh karena itu, yang harus dijaga adalah jangan sampai memutus mata rantai pendidikan agama anak didik di madrasah dan jangan sampai mematikan madrasah diniyah itu sendiri

Menurutnya, terkait dengan kebijakan Mendiknas yang akan memberlakukan full day school dengan 8 jam mengajar pada setiap sekolah adalah dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan dan mensinergikan tiga basis pendidikan, yakni sekolah, rumah/keluarga, dan lingkungan.

Hal ini satu langkah maju dalam bidang pendidikan, dimana bukan hanya yang dimaksud pendidikan itu di sekolah saja, tetapi juga diperhitungkan pendidikan yang di rumah dan lingkungan. Jika hal ini yang dimaksudkan, maka full day school ini sangat bagus, karena anak didik tetap dapat belajar di MDTA, Pondok Pesantren, dan madrasah diniyah lainnya.

Barangkali belajar di sekolah dari jam 07.00 sampai jam 14.00, sedangkan belajar di rumah dari jam 14.00 sd 15.00 dan belajar lingkungan yakni di madrasah diniyah dari jam 15.00 sd 18.00. Dan kesemua itu dipandang sebagai bagian integral dari pendidikan.

โ€œTetapi jika bukan hal ini yang dilaksanakan, yakni dengan berlajar di sekolah saja 8 jam, maka penerapan full day school ini akan mematikan MDTA dan madrasah diniyah lainnya, yang jumlahnya cukup banyak, sebab ada pada setiap masjid,โ€ ucapnya.

MDTA ini adalah milik masyarakst dan dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat serta telah terbukti dan teruji dalam membina dan mendidik anak anak dalam bidang pendidiksn agama, sebagai tambahan mata pelajaran agama di sekolah yang sangat sedikit, yakni hanya 3 jam pelajaran setiap minggu.

โ€œUntuk itu kita sangat berharap keberadaan MDTA dan sekolah agama lainnya harus diperhatikan, jangan sampai memutus mata rantai pendidikan agama anak didik di madrasah dan jangan sampsi mematikan madrasah diniyah itu sendiri,โ€ harapnya. (ash/e-m)