0 menit baca 0 %

Ahmad Supardi: Berikan Wewenang Zakat kepada Baznas

Ringkasan: Pelalawan (Inmas) - Pada Kegiatan Seminar Zakat Nasional yang diadakan oleh Baznas Kab. Pelalawan, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA, sebagai salah satu narasumber yang diundang memaparkan betapa pentingnya melaksanakan ibadah bukan hanya untuk diri sendiri tetapi dapat dira...

Pelalawan (Inmas) - Pada Kegiatan Seminar Zakat Nasional yang diadakan oleh Baznas Kab. Pelalawan, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA, sebagai salah satu narasumber yang diundang memaparkan betapa pentingnya melaksanakan ibadah bukan hanya untuk diri sendiri tetapi dapat dirasakan oleh umat muslim lainnya.

"Sebenarnya Rukun Islam yang paling enak dilaksanakan itu adalah ibadah zakat karena banyak ijtihadnya, terutama apa saja yang harus dikeluarkan untuk zakatnya. Ibadah zakat itu membutuhkan manusia yang memiliki ketulusan dan keikhlasan untuk melaksanakannya. Alhamdulillah negara kita ini sudah mengatur pengelolaan zakat bagi umat Muslim, tetapi masih ada kekurangan terkait penghitungan zakat bagi umat. Sebaiknya Baznas diberikan wewenang untuk menghitung zakat umat Muslim sesuai dengan kekayaannya selayaknya pemerintah mengatur perpajakan," jelas Ahmad Supardi.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa Undang-undang pengelolaan zakat sebaiknya diadakan penjabaran pada tingkat terendah sebagai kebijakan khusus seperti Perda Pengelolaan zakat sehingga lebih "menggigit" lagi dalam ketegasan pengelolaan zakat di tiap daerah.

"Semua ulama sepakat bahwa zakat bisa dijadikan solusi sebagai pengentasan kemiskinan tetapi perlu dicermati bahwa ada beberapa bentuk kemiskinan yaitu kemiskinan kultural inilah yang banyak yang dihinggapi oleh masyarakat kita yaitu mereka yang memiliki jiwa pemalas dan tidak mau berusaha. Kemudian kemiskinan struktural yaitu kemiskinan yang tercipta karena kebijakan pemerintah yang sangat merugikan masyarakat. Ketiga yaitu kemiskinan natural yang tercipta dari kondisi geografis yang tidak menguntungkan penduduknya tetapi kemiskinan natural ini bisa dihadapi dengan kreativitas dan inovatif dari manusianya," papar Ahmad Supardi.

Pada akhir pemaparannya Ahmad Supardi berharap bahwa BAZNAS dapat mengentaskan kemiskinan ini dengan penyaluran zakat yang tepat sasaran dan bukan hanya itu saja BAZNAS juga bisa mendidik masyarakat untuk kreatif dan inovatif dalam menggunakan dana bantuan tersebut salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan seminar ini. (nvm/ijan)