Riau (Inmas)- Ada enam penguatan untuk menciptakan mahasiswa berkualitas unggul lulusan perguruan tinggi, khsusunya bidang keguruan atau Tarbiyah. Jika hal tersebut dapat diterapkan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswanya, maka akan lahir guru- guru yang bisa mengikuti perkembangan zaman.
Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad
Supardi MA, saat memberika materi tentang Penguatan Kompetensi Calon Tenaga
Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah pada
acara Focus Discussion Program Program Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa
Strata Satu Faktultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau Tahun 2017, Rabu
(23/8/2017) di Gedung Islamic Center UIN Suska Riau bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau H Rudyanto SH M SI, dan Dekan FTK UIN Suska Dr H Mas'ud Zein M Pd dengan moderator Prof Dr Hairunas M Ag.
Enam penguatan dimakasud, pertama: penguatan materi ajar bagi mahasiswa calon guru. Kedua: penguatan minat mahasiswa untuk menulis karya ilmiah yang akan menjadi bekal ketika berprofesi sebagai guru.
“Karena salah satu kendala guru Madrasah di Provinsi Riau yang jumlahnya mencapai 15.618 orang adalah kekurang mampuan menulis para guru, sehingga terkendala dalam penyusunan RPP, kenaikan pangkat dan kreasi pembelajaran,” jelas laki- laki alumni pondok pesantren di Medan ini dan pernah ditawari untuk menjadi seorang guru.
Ketiga, penguatan pemahaman terhadap penerapan metodologi pengajaran terbaru. Keempat, penguatan kesadaran mahasiswa bahwa profesi guru merupakan profesi hebat dan juga harus diiringi dengan rekruitmen calon mahasiswa keguruan yang berkualitas.
“Findanlia yang merupakan Negara dengan pendidikan terbaik, ternyata memulai dengan rekruitmen calon guru yang sangat ketat,” ungkap Ahmad Supardi memberikan contoh. “Kita di Provinsi Riau dari 15 ribu lebih umlah guru kita mulai dari RA hingga MA, yang dibawah S1 sebanyak 3.236, tamat S1 sebanyak 12.012, sedangkan S2 hanya berkisar 370 orang dengan didominasi oleh perempuan sebanyak 10 ribu lebih, dan guru laki- laki hanya sekitar 5 ribu lebih,” jelasnya.
Kelima, penguatan dasar- dasar kepemimpinan dan disiplin, sehingga calon guru siap untuk mengajar baik secara fisik maupunn mental. Keenam, penguatan dasar- dasar bahasa asing untuk memudahkan pengembangan materi dan juga untuk pengembangan karir.
“Dengan melakukan penguatan dalam kelemahan- kelamahan kita selama ini, maka untuk menciptakan tenaga kependidikan yang berkualitas unggul dapat tercapai. Sedangkan untuk guru- guru yang telah mengajar selama ini kita juga telah melakukan penguatan kompetensi guru dengan memberikan pelatihan penulisan karya ilmiyah, pelatihan bahasa asing Arab dan Inggris di masing- masing madrasa dengan menghadirkan native speaker, peningkatan kemampuan IT, dan pelatihan pengembangan kurikulum terutama K-13,” jelasnya.
Pada akhir pemaparannya, Kakanwil Kemenag Riau, berpesan agar mahasiwa Fakultas Tarbiyah dapat memanfaatkan waktu belajar semaksimal mungkin untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan dan keguruan. Sehingga, setamat dari UIN Suska Riau bisa langsung terjun dalam dunia pendidikan, untuk membantu pemerintah membangun SDM yang handal ilmu pengetahuan dan agama. (mus)