Riau (Inmas)- Ada lima standa ukuran pelayanan ibadah haji, yang jika kelima hal terebut dapat dilaksanakan, maka penyelenggaraan ibadah haji bisa dikatakan berhasil.
Adapun 5 standar pelayanan haji tersebut menurut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (21/7/2017) usai memberikan pembinaan dan melepas Petugas Haji Provinsi Riau di Hotel Alpha Pekanbaru mencakup, pertama: semua yang Jemaah Calon Haji (JCH) yang masuk dalam porsi keberangkatan tahun tersebut semuanya berangkat dengan terselesaikannya paspor, visa dan adminitrasi lainnya. Kecuali yang wafat an mengundurkan diri secara tiba- tiba.
“Ini merupakan stadar
pertama dan utama, lengkap semua adminitrasi sehingga dapat diberangkatkan ke
tanah suci. Semua yang sudah terdaftar porsinya masuk, kita pastikan 5.030
untuk Riau berangkat,” jelas mantan Kakankemenag Rohul ini yang didampingi Kabid PHU Erizon Efendi dan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Saifunajar MA.
Kedua, sebanyak 5.030 orang JCH Riau mendapatkan pelayanan transportasi, akomodasi dan konsumsi selama di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan. Untuk konsumsi, pada musim haji tahun ini akan mendapatkan 59 kali semuanya diberikan oleh Pemerintah.
Ketiga, semua jamaah mendapatkan pelayanan- pelayanan lainnya, seperti pelayanan kesehatan kemudian juga pelayanan transportasi di Arab Saudi, yang disebut denga bus-bus solawat itu tidak ada satupun yang tidak mendapatkan fasilitas-fasilitas ini.
Keempat, semua bisa haji. Yang berangkat harus dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan ketentuannya. “Jadi kalau yang wajib yang utama haji ini adalah wukuf itu tidak boleh ada satupun yang tertinggal, kalaupun sakit itu harus tetap terlayani dengan safari wukuf, kalau yang sehat-sehat harus melaksanakan tawaf, sya’I dan lainnya,” jelasnya.
Kemudian standar yang terakhir, kelima: semua yang berangkat ini dipastikan bisa kembali ketanah air, kecuali yang meninggal dunia di Arab Saudi. Tetapi jika meninggal di pesawat, meninggal di Batam semuanya harus kembali ke tanah air.
“Kalau semua ini bisa dilaksanakan itu berarti bahwa standar pelaksanaan ibadah haji itu sudah kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya dan berharap agar penyelenggaraan ibadah haji semakin meningkat dari tahun ke tahun. (mus/ady/faj)