Meranti (Inmas)- Usai mengucapkan Syahadat, seorang mualaf masih harus mempelajari banyak hal dalam Islam untuk menguatkan keimanan. Bermacam aliran dalam Islam sering kali membuat mualaf kebingungan menentukan arah.
Usai mengucapkan Syahadat, seorang mualaf masih harus mempelajari banyak hal dalam Islam untuk menguatkan keimanan. Bermacam aliran dalam Islam sering kali membuat mualaf kebingungan menentukan arah.
Pembinaan mualaf yang kurang optimal ditenggarai akibat perhatian umat Islam yang kurang, selain itu juga disebabkan minimnya inovasi atau pembaruan teknik dalam berdakwah dikalangan umat islam “Kalau kita lihat , sangat sedikit masjid dan ormas Islam yang peduli dengan para mualaf terutama dalam aspek pembinaannya,"
Minimnya inovasi itu juga tidak terlepas dari kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun fondasi keimanan yang dibutuhkan para mualaf. Karena itu,sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk terus menyisihkan waktu dan pikiran untuk membuat semacam gebrakan dalam pembinaan mualaf di tanah air.
Pembinaan mualaf yang selama ini berjalan kurang greget lantaran tidak ada organisasi yang secara resmi menaugi dakwah kepada muallaf, oleh karena itu Kemenag Kepulauan Meranti melalui Penyuluh Non Pns Kemenag kepulauan meranti, agar para muallaf mendapatkan pondasi agama islam yang benar dan muallaf tidak kembali kepada agama lama.
Ahmad Salimi.S.Pd.I, penyuluh Kemenag Kepulauan Meranti wilayah desa Parit Kepau Baru, dengan sabar lakukan Bimbingan baca Al-Qur'an kepada Jama'ah yang muallaf atau pun yang jamaah yang masih buta aksara Al-Qur'an yang di adakan di musholla Safinatul Janah. (Tim Inmas)