0 menit baca 0 %

Ahmad hasanudin, S. Pd

Ringkasan: Meranti (Inmas)- Ahmad hasanudin, S. Pd Penyuluh Agama Non Pns Wilayah Kecamatan Merbau lakukan Pengajian kitab wasyiyatul mustafa hari senin, ( 17/2/2020) yang diikuti oleh kaum ibu, setiap hri senin di desa sungai tengah kecamatan merbau.Dalam pengajian ini Ahmad hasanudin, S.Pd menyampaikan tenta...

Meranti (Inmas)- Ahmad hasanudin, S. Pd Penyuluh Agama Non Pns Wilayah Kecamatan Merbau lakukan Pengajian kitab wasyiyatul mustafa hari senin, ( 17/2/2020) yang diikuti oleh kaum ibu, setiap hri senin di desa sungai tengah kecamatan merbau.

Dalam pengajian ini Ahmad hasanudin, S.Pd menyampaikan tentang" Bahaya Menjauhi Ulama"

Menurut Ahmad hasanudin, Di zaman sekarang ini banyak orang yang lebih memilih untuk mengikuti trend atau kebiasaan orang modern atau orang yang sudah kekinian ketimbang mengikuti ajaran para ulama dan ahli fiqih. Bahkan banyak yang sudah menjauhinya. Ini akan sangat berbahaya ketika kita sudah mulai menjauhi para ulama.

Kita akan mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak baik yang tidak sesuai dengan syariat agama. Selain itu, Allah akan memberikan cobaan yang besar apabila mayoritas orang lari dari pada ulama.

Dalam kitab Nasoihul I’bad, dikutib sebuah hadis Nabi yang artinya:

”Akan datang suatu masa kepada ummatku dimana mereka lari dari para ulama dan fuqoha, maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu : 1. Allah menghilangkan berkah dari rizki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang zalim untuk mereka; 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.” (Syarah Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani, halaman 20)

Jika zaman yang diterangkan Rasulullah tersebut sudah terjadi, maka Allah akan menimpakan tiga cobaan, yaitu:

1. akan dicabut keberkahan dari suatu pekerjaan.

Jika orang tak mau mengenal ulama dan tak mau menimba ilmunya. Pasti ia tidak mengetahui halal dan haramnya yang ada di dalam suatu pekerjaan itu. Jika semua yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut halal semua dan yang ada di dalam pekerjaan itu halal semua tentu tak begitu masalah, tetapi masalahnya tidak semua yang ada di dalam pekerjaan itu halal semua. Jika yang terdapat di dalam pekerjaan itu haram, bahkan terus menerus dilakukan setiap hari, yang berguling pada dosa yang ia lakukan sampai akhir hayatnya tanpa ia pedulikan (misalnya korupsi, waktu, dsb). Padahal sudah ada seruan anjuran dan larangan dari para kyai. Tentu ia berdosa atas pekerjaan yang ia lakukan itu. Disinilah diantaranya yang dimaksud keberkahan itu dihilangkan.

2. dijadikanya pemimpin-pemimpin yang dzalim.

jangan salahkan, jika di negeri ini akan terus-menerus bahkan semakin bermunculan pemimpin-pemimpin yang dzalim. Pemimpin yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak pernah memikirkan kemaslahatan umat. Na’udzubillah.itu akibat darimenjauh dari kyai, tidak mau mendatangi majlis-majlis para kyai, oleh karena itu mari akrabi para kyai, mari taati perintah kyai, agar kita tidak ditimpakan Allah cobaan yang lebih mengerikan lagi. (Ahmad hasanudin & Tim Inmas).