0 menit baca 0 %

Agus : Tolong Agama Allah, Niscaya Allah Akan Menolong Kita

Ringkasan: Kampar (Inmas) Tolong Agama Allah, niscaya Allah akan menolong kita. Demikian disampaikan Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, dalam acara aksi bela tauhid 211, hari jum at kemaren (02/11/2018) di Masjid Jami Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar.Agus mengatakan, jika kita ingin Allah menolong kit...

Kampar (Inmas) – Tolong Agama Allah, niscaya Allah akan menolong kita. Demikian disampaikan Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, dalam acara aksi bela tauhid 211, hari jum’at kemaren (02/11/2018) di Masjid Jami’ Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar.


Agus mengatakan, jika kita ingin Allah menolong kita, maka tolonglah agama Allah, salah satunya dengan membela kalimat tauhid. Hal ini sesuai sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat Muhammad ayat ke 7 yang maknanya “ Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolong kalian, dan mengokohkan kaki-kaki kalian “.


Makna ‘menolong ataumenjaga Allah’  adalah menjaga hak-hak Allah, perintah-perintah, dan larangan-laranganNya. Karena Allah sendiri tidak butuh dengan penjagaan siapapun, bahkan Dialah yang Menjaga seluruh makhluk di alam semesta.


Hak Allah yang paling pertama harus dijaga oleh seorang hamba adalah tauhid. Tauhid adalah penentu utama seseorang untuk masuk surga atau neraka. Hal yang pertama dinilai adalah: apakah ia mensekutukan Allah (berbuat syirik) atau tidak, sesuai dengan hadits: Barangsiapa yang bertemu dengan Allah tidak mensekutukanNya dengan suatu apapun, maka ia masuk Jannah (surga). Barangsiapa yang bertemu denganNya mensekutukanNya dengan sesuatu, maka ia masuk anNaar (neraka),(H.R Muslim).


Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga kalimat tauhid ini, dengan menunjukkan pada seluruh dunia, kalau kita sangat mengecam atas tindakan oknum yang membakar kalimat tauhid di depan umum. Karena hal ini merupakan suatu penghinaan atas kalimat tauhid. Dan kita berharap, selepas ini, tidak ada lagi hal-hal yang melecerkan agama atau symbol-sibol agama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang sama-sama kita cintai ini, pungkasnya. (Ags/Usm)