Riau
(Inmas)- Untuk saling membangun dan mendukung maka antara Kanwil Kemenag Riau
dengan UIN Suska Riau harus melakukan gebrakan dengan menjalin kerjasama yang
intensif, salah satunya melakukan kolaborasikan ataupun konseling anggaran
dibeberapa kegiatan.
Demikian
diungkapkan Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI Agus Ilyas MM, mengawali
sambutannya pada pertemuan silaturrahim antara keluarga besar Kanwil Kementerian
Agama Provinsi Riau dengan Rektor UIN Suska Riau yang baru Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, M.Ag dan unsur pimpinan UIN
lainnya di Aula Kanwil Kemenag Riau, Rabu (12/7/2018).
“Diantaranya terkait dengan pengelolaan aset,
dimana aset UIN sangat luar biasa dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum,
kegiatan peningkatan- peningkatan kegiatan dengan konseling pembiayaan bisa
uang saku Kemenag, transpor ditanggung oleh UIN. Alumni- alumni MAN juga bisa
masuk ke UIN dengan pembinaan bersama, sehingga dari kita untuk kita. Penyuluh
juga bisa ditingkatkan insentifnya dengan perjuangan bersama, UIN melakukan
penelitian tentang kelayakan insentif penyuluh dan Kemenag mengusulkan
anggaran yang layak, dan lainnya,” ungkapnya dan berharap dengan kolaborasi
tersebut UIN dan Kemenag bisa memajukan Riau lebih baik lagi.
Ia menambahkan, selain itu
fakultas-fakultas juga bisa melakukan kerjasamanya dengan Kemenag, khususunya yang
memang ada kaitannya dengan kanwil seperti madrasah. Alumni-alumni madrasah bisa
di masuk di perguruan tinggi dengan binaan melalui kegiatan KKN, Penelitian dan
lainnya yang arahnya pada bidang keagamaan yang ada dibawah tanggung jawab
kanwil.
“Dalam bidang SDM juga
perlu dipikirkan, karena penerimaan PNS untuk beberapa tahun kedepan di Kemenag
belam tentu ada, sehingga tenaga- tenaga kontrak jadi solusi bagi pemerintah. Nah,
ini bisa kita ambil dari perguruan tinggi untuk ditempatkan di bidang- bidang
keagamaan, seperti KUA dan lainnya demi kelancaran tugas Kementerian Agama,”
tegasnya.
Diakhir sambutannya ia
menekankan, agar asset UIN Suska Riau berupa hotel hendaknya dapat difungsikan
secara maksimal berupa pelaksanaan kegiatan dengan sewa tempat di asset yang
ada di UIN tersebut. Selain kerjasama dibiang lain, seperti koperasi dan
lainnya.
“Jika ini bisa
dilakukan oleh Kakanwil dan Rektor, akan jadi terobosan baru yang dilakukan
oleh Kemenag dan Perguruan Tinggi yang bisa sama-sama membangun demi kemajuan pembangunan
dan pendidikan keagamaan di Tanah Air,” pungkasnya. (mus/eka)