0 menit baca 0 %

Agen SPAK Kemenag Riau Ikut Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Itjen Kemenag RI di Depok

Ringkasan: Depok (Inmas)- Inspektorat Jeneral Kementerian Agama RI menggelar Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Tahun 2018 pada 21- 23 November 2018 di Hotel Savero Depok Jawa Barat.Kegiatan yang mengangkat tema Kekuatan Perempuan Inspirasi Perubahan dibuka oleh...

Depok (Inmas)- Inspektorat Jeneral Kementerian Agama RI menggelar Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Tahun 2018 pada 21- 23 November 2018 di Hotel Savero Depok Jawa Barat.

Kegiatan yang mengangkat tema “Kekuatan Perempuan Inspirasi Perubahan” dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan diikuti oleh agen-agen SPAK 34 Kanwil Provinsi dan 11 unit eselon I Pusat, termasuk diantaranya Agen SPAK Kemenag Provinsi Riau  Rosnimar Mahyudin serta dihadiri oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal M.Thambrin, Penasehat DWP Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin, perwakilan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) dan perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI).

M. Nur Kholis menyebutkan, sejak 2016, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama aktif melakukan kegiatan pencegahan korupsi melalui gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Saat ini, gerakan SPAK telah menjadi jantung pencegahan korupsi di lingkungan Kemenag.  "SPAK menjadi piranti yang strategis untuk mendesiminasi nilai-nilai anti korupsi," kata Nur Kholis. 

Geliat SPAK mulai dari satuan kerja terkecil hingga unit eselon 1 Pusat, menurut Nur Kholis menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan pencegahan korupsi di Kemenag. “SPAK sendiri merupakan salah satu dari 15 program pencegahan korupsi yang telah dilakukan Kemenag,” kata Nur Kholis yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas Inspektur Jenderal Kemenag. 

Dalam evaluasi yang akan berlangsung selama tiga hari, 21-23 November 2018 ini, Nur Kholis berharap Kemenag dapat melakukan dua hal. Pertama, melihat bagaimana perkembangan kegiatan SPAK setelah dilakukan training of trainer (TOT) pada  Maret 2018 lalu. "What we have done? Mari kita saling sharing bersama di kegiatan ini," pesan Nur Kholis. 

Kedua, melalui evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan strategi untuk melakukan diseminasi nilai anti korupsi yang lebih luas dan berkualitas di lingkungan Kemenag. "Bagaimana caranya kita memperluas diseminasi serta cara-cara untuk memperbanyak agen SPAK di seluruh Indonesia," imbuh Nur Kholis. 

Sementara itu, Penasehat DWP Kementerian Agama Trisna Willy saat menjadi nara sumber meminta agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Kemenag memperluas jaringan dengan organisasi lain. Perluasan jaringan diharapkan Willy akan mendorong meluasnya penyebaran nilai-nilai anti korupsi.

“Kita harus bisa membuka jaringan kemana saja untuk mensosialisasikan nilai-nilai anti korupsi,”pesan Trisna Willy.

Willy juga mengapresiasi agen-agen SPAK Kemenag yang telah membuka jaringan. Berdasarkan laporan yang ia terima, ada agen-agen SPAK Kemenag yang juga sudah bergabung dengan agen SPAK di kementerian/lembaga lainnya. “Di Sultra misalnya, agen SPAK kita telah bergabung dengan  agen SPAK dari Polri, maupun dinas lainnya untuk bersama-sama menyebarkan nilai-nilai anti korupsi,” tutur Willy.

Sementara di daerah lain, Willy mengaku mendapat laporan bahwa agen-agen SPAK Kemenag juga telah membuat jejaring dengan ormas-ormas perempuan seperti Muslimat NU, Aisyiah, serta majelis-majelis taklim. Semuanya, dalam rangka menebarkan nilai-nilai anti korupsi.

“Jadi agen SPAK itu menebar kebaikan. Bahkan teman-teman agen SPAK di Madiun ada yang melakukan sosialisasi hingga turun ke sawah-sawah,” tutur Willy.

Sebelumnya, Willy juga menyampaikan survei capaian gerakan SPAK Kemenag. Survei yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag ini bertujuan untuk memotret Gerakan SPAK Kemenag paska dilakukan training of trainer (TOT) oleh KPK RI dan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ), Maret 2018 lalu.

Saat ini menurut Willy, Kemenag memiliki 164 agen SPAK yang telah mengikuti TOT. Berdasarkan hasil survei yang  diikuti oleh 93 agen SPAK  Kemenag, mulai bulan Maret – Oktober 2018 sekurangnya terdapat 1.271 kegiatan sosialisasi SPAK Kemenag di seluruh Indonesia.

Aktivis AIPJ, Judi Kristianti yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan evaluasi ini menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan SPAK Kemenag yang ia sebut cukup masif. “Saya bukan cuma mengapresiasi untuk semangatnya, tapi juga kerelaannya untuk bergerak di gerakan SPAK ini. Apa yang telah dilakukan agen SPAK Kemenag telah menginspirasi teman-teman di kementerian lainnya,” ujar Judi.

Pada sesi akhir pelaksanaan Evaluasi ditandai dengan penyematan PIN Anti Gratifikasi kepada 3 orang peserta pewakilan, pertama dari Wakil Ketua KPK Basariah Panjaitan kepda Eny Chumaisiyah agen SPAK Sekjen. Kedua dari Penasehat DWP Kemeng Trina Willi kepada Agen SPAK Kemenag Riau Rosnimar. Ketiga dari Manajer Law & Justice Departemen of Foreign Affairs & Trade Ade Ganie kepada Lita Ariani Agen SPAK dilingkungan Itjen Kemenag.

“Alhamdulillah kita sudah selesai mengikuti kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi SPAK oleh Itjen Kemenag RI, tentu ini memperkaya wawasan kami segai Agen SPAK di daerah selain adanya terobosan- terobosan baru untuk nanti diaplikasikan didaerah masing- masing dalam rangka pencegahan korupsi,” ungkap Rosnimar usai acara penutupan. (mus/rls)