0 menit baca 0 %

Agar Catin Lebih Siap Jalani Kehidupan, Kemenag Kepulauan Meranti Gelar Binwin Catin Pra Nikah Angkatan 1

Ringkasan: Meranti (Inmas)- Sebanyak 20 pasang calon pengantin (Catin), yang termasuk dalam angkatan ke-1, hari ini  dan kemaren  mendapatkan Bimbingan Perkawinan pra Nikah di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti.Sabtu dan minggu (29/1) dan (1/3) Kasi Bimas Islam Kemenag Kepulauan Mer...

Meranti (Inmas)- Sebanyak 20 pasang calon pengantin (Catin), yang termasuk dalam angkatan ke-1, hari ini  dan kemaren  mendapatkan Bimbingan Perkawinan pra Nikah di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti.Sabtu dan minggu (29/1) dan (1/3)

Kasi Bimas Islam Kemenag Kepulauan Meranti Drs.H.Sulman menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan Perkawinan yang merujuk pada Keputusan Dirjen Bimas Islam No 373/2017 ini, dimaksudkan agar calon pengantin  lebih siap dalam menjalani kehidupan rumah tangga menuju keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Pihaknya sudah menyiapkan materi dan modul untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin bagaimana upaya menjaga keutuhan dalam rumah tangga, menjaga perkawinan tetap langgeng dan menekan angka perceraian dengan fasilitator yang sudah mempunyai sertifikat sehingga berharap tujuan Bimbingan Perkawinan ini diharapkan bisa tercapai secara optimal.

"Tujuan Binwin adalah merupakan ikhtiar pemerintah melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi. Selain itu menjadikan Catin bisa menjadi keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh karena banyak pasangan Catin yang belum tahu cara mengelola keluarga," ujar Sulman.

Menurutnya, membangun keluarga yang baik bisa dimulai dari mempersiapkan pasangan catin memasuki mahligai rumah tangga, untuk itu para Catin perlu mendapatkan pengetahuan tentang cara mewujudkan keluarga bahagia, Membangun kesadaran bersama, Mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas, Mengatasi berbagai macam konflik keluarga, Memperkokoh komitmen dan Membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup (lifeskills) untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan global yang semakin berat.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa beberapa masalah para Catin adalah emosi belum stabil, mengelola konflik internal, menjaga keharmonisan dan menjalin komunikasi yang harmonis, ekonomi dan lainnya. Sedangkan kelemahan pelaksanaan Catin adalah belum adanya punishment jika ada Catin yang tidak mengikuti Binwin.

Kasubbag TU Kemenag kepulauan Meranti H Jasmail.S.Ag mengungkapkan bahwa Binwin merupakan langkah dari pemerintah untuk meminimalisir angka perceraian serta memberikan fondasi agama yang kuat agar fungsi keluarga berjalan dengan baik.

“Membangun keluarga yang kokoh memerlukan ikhtiar sungguh-sungguh. Salah satunya bisa dimulai dengan mempersiapkan pasangan catin dengan memberikan pengetahuan tentang berumah tangga, yang didasarkan ajaran-ajaran agama, sehingga targetnya sangat positif sekali kalau bisa terlaksana dengan baik” ungkap beliau

Dikatakannya, Binwin dilakukan secara tatap muka selama selama dua hari dengan berbagai materi yang diberikan kepada para catin, mulai dari cara mewujudkan keluarga bahagia, membangun kesadaran bersama, mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas dan lainnya adalah hal yang sangat penting bagi semua calon pengantin sehingga bagaimana mengkonsep acara supaya peserta tetap merasa butuh tentang materi tersebut adalah hal yang signifikan.

“Selain itu, ada juga tambahan terkait mengatasi berbagai macam konflik keluarga, memperkokoh komitmen suami-istri, dan pembekalan terkait keterampilan hidup (life skill), sehingga bisa menghadapi berbagai tantangan kehidupan global  yang semakin berat menuju rumah tangga yang berkualitas,” pungkas Jasmail.(Tim Inmas)