Riau (Inmas) – Jelang penyelenggaraan haji Tahun 2019, berbagai persiapan dilakukan Kemenag Riau. Guna mendukung kelancaran keberangkatan calon jemaah haji 2019 Kepala Bidang PHU melalui Kasi Dokumen Perlengkapan Haji H Suhardi HS SAg MA menghimbau seluruh jemaah Kemenag Riau untuk melakukan berbagai persiapan. Persiapan itu meliputi pelunasan biaya, mengikuti manasik haji, kelengkapan dokumen pribadi atau pun pemeriksaan kesehatan.
Suhardi menyebut pihaknya saat ini tengah berkosentrasi menuntaskan pembuatan paspor calon jemaah haji. “Alhamdulillah kerjasama pihak imigrasi dan tim Penyelenggaraan haji Kab/ kota sampai saat ini sangat baik”, tuturnya.
Keputusan Presiden tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji 2019 belum terbit. Namun saat ini Menag RI bersama Komisi VIII DPR RI tengah berupaya dan pendapat sementara akan mempercepat waktu pelunasan jemaah haji sekitar 6 Februari yang akan tiba. “Tapi ini belum putus, masih bersifat sementara dan menunggu kepastian lagi dari pusat”, ujarnya. Kalau sudah diputuskan nanti, maka pihak Kemenag akan mengumumkan kepada masyarakat untuk melakukan pelunasan tersebut.
Beriringan dengan menunggu keputusan Presiden terkait pelunasan biaya ibadah haji, saat ini Kemenag Riau tengah melakukan proses pembuatan paspor jamaah, berdasarkan estimasi keberangkatan haji Tahun 2019. “ Ini sudah berlangsung di sebagian besar kab/kota di Riau”, ungkap Suhardi.
Suhardi berharap proses pelunasan BPIH dapat berjalan dengan baik. Seperti diketahui, bahwa kuota jemaah haji normal Kemenag Riau tahun ini berjumlah sebanyak 5030 orang, jika ditambah dengan jemaah cadangan sebanyak 252 orang maka total keseluruhan calon jemaah haji Riau sebanyak 5282 orang. “Ini belum termasuk petugas TPHD, PPHI, maupun petugas Cloter”, katanya.
Selain itu, calon jemaah haji jemaah haji harus melewati berbagai tahapan dalam penyelesaian dokumen ibadah haji. “ Ini sangat penting persiapan dokumen jemaah haji harus terus ditingkatkan, karena kalau dokumen tidak lengkap, maka jemaah tidak akan bisa berangkat”,ujarnya. “Kelengkapan seperti foto jemaah, data yang kemungkinan bisa berubah harus dipastikan sesuai dengan paspor, imbuh Suhardi.
Untuk dokumen ibadah haji ini harus segera disiapkan lebih awal, dengan berasumsi pada kuota sebelumnya. “Kalau dokumen dikerjakan menunggu keputusan Presiden terkait besaran biaya haji dan BPIH, dikhawatirkan tidak cukup waktu untuk menyelesaikannya”, tambah Suhardi. Begitu pula dalam penyelesaian dokumen perjalanan haji, baik itu pemindaian ( scan) Lembar Setoran Awal (LSA) BPIH asli, yang dilakukan di Dirjen PHU Kemenag RI, maka Kanwil Kemenag Riau menyiapkan LSA tersebut dari sekarang.
Jika sudah pelunasan nanti, tim dokumen perlengkapan haji reguler akan menentukan gruping dan ploting cloter. Setelahnya baru dikirim ke Kemenag pusat untuk dilakukan proses pembuatan dan pencetakan visa jemaah haji.
Sejauh ini lanjut Suhardi, Kemenag Riau menyatakan belum menemukan kendala dalam persiapan musim haji 2019. “ Sampai saat ini belum ada kendala yang berarti, tuturnya.(Vera/Anto/Adi)