0 menit baca 0 %

Admin CAT Kemenag Dumai Ikuti Simulasi Rekrutmen Petugas Haji 2020

Ringkasan: Dumai (Inmas) Berdasarkan surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau nomor : B- 39/Kw.04.4/1/HJ.02/01/2020, tanggal 24 Januari 2020, perihal Sosialisasi Admin CAT Pertugas Haji Tahun 2020, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Syafwan mengutus Pertugas Admin CAT (Operator Sisk...

Dumai (Inmas) – Berdasarkan surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau nomor : B- 39/Kw.04.4/1/HJ.02/01/2020, tanggal 24 Januari 2020, perihal Sosialisasi Admin CAT Pertugas Haji Tahun 2020, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Syafwan mengutus Pertugas Admin CAT (Operator Siskohat) atas nama Hj. Rasilawana, S.Sy didampingi Winda Septiani, S.Kom untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, kegiatan dalam bentuk simulasi kepada seluruh admin atau operator CAT untuk rekrutmen petugas haji Tahun 2020, bertempat di Aula bawah Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Senin (27/01/2020).

Simulasi yang dipandu oleh tim Bidang PHU Kemenag Riau H. Indra dan Yus Nik Idris memaparkan sejumlah tahapan yang harus dikuasai oleh seluruh admin.

Pertama, admin bertugas mengentri calon petugas di dalam sistem dengan menginput nomor KTP dan nomor formasi yang dipilih.

Kedua, setelah terdata sebagai pendaftar maka yang dinyatakan lulus secara administrasi, maka nama dan nilainya juga akan di entri ke dalam sistem.

Dalam arti setelah nilai administrasi dimasukkan ke dalam sistem maka peserta yang sudah diinput nilainya, maka dinyatakan lolos administrasi dan berhak membuat akun.

Ketiga, admin harus menginformasikan kepada peserta bahwa peserta sudah lulus administrasi dan wajib membuat akun.

“Kalau tidak membuat akun secara otomatis batal menjadi peserta tes petugas haji”, terangnya.

Dalam hal ini setelah peserta membuat akun maka selanjutnya wajib melengkapi seluruh data kemudian meng-upload data sesuai dengan permintaan pada website tersebut.

“Ada KTP, Pas foto, ijazah, SK Pertama dan terakhir, serta dokumen pendukung seperti surat keterangan kesehatan dan sertifikat bahasa baik Inggris atau Arab”, katanya.

Setelah persyaratan peserta dinyatakan lengkap, maka peserta akan diminta untuk melakukan submit.

“Submit ini adalah proses final dalam proses pendaftaran, dengan catatan ketika sudah submit seluruh dokumen yang sudah diupload sudah tidak bisa diubah lagi”, terangnya.

Keempat, setelah mengecek disistem bahwa peserta sudah submit, maka admin akan melakukan verifikasi. Verifikasi ini sifatnya lebih detail, dimana menuntut ketelitian dan kejelian dari peserta.

Misalnya saja, saat meng-upload KTP, jangan sampai terisi dengan nomor ijazah atau nomor lainnya. Ini menunjukkan sebuah kecerobohan, maka akan mengurangi poin dari peserta itu sendiri.

Kelima, setelah dilakukan verifikasi dan data dinyatakan lengkap, maka peserta akan menerima label surat dan bisa mendownload aplikasi CAT. Kemudian disilahkan kepada peserta untuk menginstall aplikasi CAT di android masing masing dan lakukan simulasi.

Ia menambahkan simulasi tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi kepada peserta bagaimana proses pelaksanaan test CAT. “Sampai disitu proses pendaftaran dinyatakan selesai”, jelas Pria yang akrab disapa Nik ini.

Hal senada juga disampaikan Indra selaku prakom pada Bidang PHU Kemenag Riau. Ia mengimbau setelah proses pendaftaran selesai, para peserta diminta betul betul mempersiapkan diri untuk pelaksanaan test di Kabupaten /Kota pada tanggal 4 Februari mendatang.

Sementara itu untuk tugas admin, pada pelaksanaan test nanti adalah admin sudah bisa membaca sendiri hasil ujian dari para peserta.

 “Karena semuanya sudah berbasis online, maka mulai dari awal pelaksanaan test, sampai hasil yang diterima peserta admin bisa melihat secara online dan rangking tersusun sendiri secara otomatis  dalam sistem”, katanya.

Untuk penetapan peserta seleksi dilihat dari hasil rekrutmen tingkat pertama di Kabupaten/Kota yang dinyatakan lolos berhak mengikuti seleksi tingkat provinsi, yang ditentukan berdasarkan nilai paling tinggi dan seterusnya sesuai alokasi kuota bidang tugas yang ditentukan. “Mereka akan mengikuti test dengan metode yang sama seperti di Kabupaten/Kota yaitu sistem berbasis komputer atau CAT dan wawancara di tingkat provinsi”, tukasnya. (Arief)

Â