Jakarta (Inmas) Dalam rangka Optimalisasi penata layanan Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik di Kementerian Agama, Layanan Pengadaan Barang dan jasa secara Elektronik selenggarakan Kegiatan Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Versi 2.0 bertempat di ruang sidang Setjen lt 2 Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4, Jakarta Pusat, Jumat 06 Juli 2018
Turut Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Biro Umum, Drs. Syafrizal M.Si,Kabag TSI,H.Gufron, MM serta kepala Biro HDI,Dr.H.Mastuki, M.Ag yang mengundang 110 Orang peserta yang terdiri dari 34 Orang admin Agency dari Kanwil dan 76 Orang dari Perguruan Tinggi se- Indonesia.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 ini dipandu oleh Sri Nurmiwati, S,Sos selaku Moderator yang dibuka langsung oleh Kabag TSI, H.Gufron, MM “ Antara Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah Saudara Kembar “ Papar Beliau mengawali sambutannya. Yang tidak bisa dipisahkan satu sama Lainnya, jadi dibutuhkan kerjasama yang baik antara ULP dan LPSE.
Lebih lanjut Selaku Ketua Lpse, H. Gufron melaporkan tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk pemantapan Penggunaan Aplikasi Sirup yang sangat jelas berbeda dengan aplikasi sebelumnya yang mana peran Pejabat Pembuat Komitmen dituntut lebih banyak setelah Kuasa Pengguna Anggaran melakukan verifikasi.
Lebih lanjut Gufron menambahkan banyak kendala yang dihadapi pada aplikasi Sirup diantaranya banyaknya KPA/PPK belum menyadari kewajiban mengumumkan RUP sehingga RUP yang seharusnya diumumkan di awal tahun, akan tetapi sampai saat ini ada beberapa KPA/PPK yang belum mengumumkannya. Karena RUP belum diumumkan maka pokja ULP belum bisa memulai paket pengadaan barang/ Jasa. Idealnya setiap awal tahun setelah menerima RKAKL maka RUP wajub diumumkan sehingga kapanpun pokja ingin mengumumkan paket pengadaan sudah bisa tambahnya.
Sementara itu Irfan Sembiring Selaku Narasumber menitikberatkan ini khusus Admin Agency yang harus mengerti tugas dan Fungsinya sebagai User Agency.” Jangan terlalu dalam mencampuri urusan Pengadaan dan terlibat didalammnya “ tandasnya mengingatkan
Pertemuan yang berlangsung singkat mengundang antusias para Admin untuk saling melaporkan masalah yang dihadapi setiap Satker didaerah yang diakhiri dengan tanya jawab serta diskusi pribadi dengan Narasumber.(belen)