0 menit baca 0 %

Ada Apa 15 Orang Guru MTs Jabal Nur Kandis Kunjungi MTsN 1 Siak

Ringkasan: Siak (Inmas) - Masih dalam kondisi anak anak  libur ke madrasah karena jerebu (asap) yang sangat tebal di Kabupaten Siak dan Provinsi Riau saat ini. Hal tersebut tidak menjadi penghalang  bagi 15 org guru dari MTs Jabal Nur Kandis  menuju MTsN 1 Siak (selaku induk KKM) untuk sharing mengenai Stan...

Siak (Inmas) - Masih dalam kondisi anak anak  libur ke madrasah karena jerebu (asap) yang sangat tebal di Kabupaten Siak dan Provinsi Riau saat ini. Hal tersebut tidak menjadi penghalang  bagi 15 org guru dari MTs Jabal Nur Kandis  menuju MTsN 1 Siak (selaku induk KKM) untuk sharing mengenai Standar Penilaian yang disampaikan oleh Dra. Nurdiana (wakamad MTsN 1 Siak) dan Penyebaran Praktik Baik tentang unit 1 Pembelajaran Aktif modul l yang disampaikan oleh Nelvi Yenti (Fasda Kab. Siak).

Kepada Inmas Kankemenag Siak, para guru hebat tersebut bercerita bahwa perjalanan yang ditempuh selama 3 jam lebih dari kec. Kandis menuju kec. Siak dirasakan dekat karena sharing ilmu pengetahuan ini.  Kepala madrasah, wakil kepala madrasah (wakamad) dan guru MTs Jabal Nur Kandis yg berkesempatan hadir semuanya aktif dan semangat untuk mengetahui seperti apakah pembelajaran aktif yang digaungkan oleh program PINTAR yayasan Bakti Tanoto Foundation.

Diskusi menarik, meski mereka satu sekolah ketika mengalami, berinteraksi, berkomunikasi dan refleksi terlaksana sesuai dengan unsur dalam MIKiR. Semua termotivasi untuk menerapkan unsur-unsur pembelajaran aktif di madrasahnya. Menurut  Wakamadnya, pak Zulfahmi bahwa beliau juga akan menyebarkan praktik baik ini ke kawan guru yg belum bisa hadir di MTsN 1 Siak, dan mengajak kawan- kawan untuk melaksanakan  praktik baik ini di madrasahnya Sedangkan menurut ibu kepala MTs Jabal Nur Kandis ibu Jumarni, beliau sangat mendukung guru-guru yang akan melaksanakan praktik baik ini. “Insy’Allah jika ada kesempatan lagi akan melanjutkan unit unit berikutnya supaya semua praktik baik yang diadakan program pintar Tanoto juga bisa kami dapatkan dari kegiatan mandiri madrasah,” uajrnya. (Hd/Nelvi)