0 menit baca 0 %

Ada 3 (Tiga) Kebahagiaan Yang Harus Kita Miliki

Ringkasan: Siak (Humas) – Bertempat di Masjid Al Fattah, Jalan Dr. Sutomo Siak Sri Indrapura, pengajian rutin yang dilaksanakan pada Juma’at (10/10) kali ini adalah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Siak yang ke 15. Acara yang dihadiri Bupati Siak Drs.

Siak (Humas) – Bertempat di Masjid Al Fattah, Jalan Dr. Sutomo Siak Sri Indrapura, pengajian rutin yang dilaksanakan pada Juma’at (10/10) kali ini adalah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Siak yang ke 15.

Acara yang dihadiri Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, Kepala Kankemenag Kabupaten Siak Drs. H.Muharom, Pejabat Eselon dan Para Pegawai ini di mulai pada pukul 08.30 WIB dengan peneceramah KH. Ridwan Muhammad Yusuf.

Diawal ceramahnya Ridwan mengingatkan para orang tua untuk selalu mengawasi anaknya dalam berinteraksi dengan internet. “Internet itu ibarat hypno, perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi, siapapun akan mudah terpengaruh, apalagi anak-anak”. Katanya.

Selain menyoal tentang pengaruh internet, Ridwan membahas tentang konsep bahagia. “ Ada 3 (tiga) kebahagiaan yang seharusnya kita miliki, (1). bahagia lahir, yaitu kondisi bahagia ketika masih hidup didunia; (2). bahagia mati, mati dalam keadaan khusnul khotimah dan (3). bahagia setelah mati, mendapat tempat yang paling mulia, syurga”. Jelasnya

Diakhir ceramahnya, Ridwan mengutip lirik lagu “Butiran Debu” milik Grup Band Rumor. “Namaku cinta ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya, namaku cinta ketika kita bersama, berbagi rasa sepanjang usia, hingga tiba saatnya aku pun melihat, cintaku yang khianat, cintaku berkhianat, aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam, aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu”. “Sesungguhnya lagu-lagu baik lagu barat ataupun timur memiliki makna tentang kehidupan, termasuk lagu tadi, cinta itu manifestasi dari rahmatallil’alamin dan islam juga agama yang membawa cinta, jangan pernah kita mengkhianatinya, jika berkhianat maka akan terjatuh, tenggelam, tersesat dan menjadi butiran debu” . Pungkasnya. (gn)