0 menit baca 0 %

ABT Bidang Penamas Tahun 2010 Terealisasi 100 Persen

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau Anggaran Pendapatan Belanda Negara (APBN) Perubahan tahun 2010 pada Bidang Penamas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau sudah terealisasi 100 persen. ABT Bidang Penamas 2010 sebesar Rp200 juta telah disalurkan untuk b...
Pekanbaru (Humas)- Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau Anggaran Pendapatan Belanda Negara (APBN) Perubahan tahun 2010 pada Bidang Penamas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau sudah terealisasi 100 persen. ABT Bidang Penamas 2010 sebesar Rp200 juta telah disalurkan untuk beberapa paket kegiatan, seperti bantuan rebana, bantuan orkes gambus, BKMT, Lembaga Dakwah, Organisasi Keagamaan dan Remaja Masjid. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Penamas Kanwil Kemenag Riau, HM Saman S Sos, M Si, pada saat menjadi pembina upacara pada upacara mingguan Kanwil Kemenag Riau, Senin (13/12) di halaman Kanwil Kemang Riau jalan Sudirman Pekanbaru. Saman mengungkapkan, realisasi ABT 2010 bidang Penamas melilputi bantuan untuk rebana sebanyak 15 grup sebanyak Rp2 juta per grup, bantuan untuk BKMT di 8 lokasi masing-masing Rp8 juta, 1 grup Orkes Gambus Rp10 juta, Bantuan Remaja Masjid sebanyak 4 paket dengan Rp5 juta perpaket, bantuan organisasi keagamaan 5 paket masing-masing 5 juta dan bantuan lembaga dakwah sebanyak 3 paket masing-masing paket senialai Rp25 juta. "Untuk realisasi anggaran belanja tambahan sudah terealiasi secara keseluruhan tepat waktu, tinggal kita akan membuat laporan tentang kegiatan-kegiatan yang telah kita lakukan," ungkap Saman. Ia menuturkan, untuk merealisasikan ABT 2010 secara keseluruhan dengan sasaran daerah rawan dan terpencil dalam beberapa bulan ini, mengisahkan perjalanan yang sangat berkesan. Khususnya saat Ka Kanwil dan rombongan berangkat pukul 23.30 WIB menuju ke Desa Bandul dan Selat Akar Meranti untuk menggelar tablik akbar sekaligus bimbingan keagamaan pada masyarakat suku laut yang baru saja masuk Islam, dengan kondisi gelombang yang cukup besar dan dingin, menjadikan semua rombongan ketakutan. "Tapi alhamdulillah, niat untuk membantu kegiatan keagamaan disana dapat berjalan sukses," ceritanya singkat. (msd)