Kampar (Inmas) – Malulah kita jika tidak membayar Zakat. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Kondang H Abdul Somad Lc MA, dihadapan puluhan peserta acara Pembinaan manajemen pengembangan zakat, dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar tahun 2016, hari kamis (21/04), di Aula Hotel Bangkinang Baru, Kec. Bangkinang Kota.
Abdul Somad mengatakan, saat ini kita lebih malu tidak membayar pajak dari pada membayar zakat. Padahal pajak ini hanya perintah Pemerintah (hanya masalah dunia), sedangkan zakat lagsung diperintahkan oleh Allah Swt (masalah Akhirat). Ini artinya, kita lebih malu kepada manusia dari pada sang penciptanya, kita lebih patuh dengan aturan yang dibuat oleh manusia, dari pada aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.
Lebih lanjut Abdul Somad mengatakan, Dalam surat Al-Baqarah ayat 267, Allah Swt mengatakan, “Hai Orang-Orang yang beriman, Nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu”. Nash ini mencakup seluruh hasil usaha manusia yang baik dan halal dan mencakup pula seluruh yang dikeluarkan Allah Swt dari dalam dan atas bumi. Ulama sepakat tentang wajibnya zakat profesi apa bila telah mencapai nishab. Meskipun mereka berbeda pendapat tentang cara mengeluarkannya.
Jika kita tidak mau mengeluarkan zakat, Maka Allah Swt tidak akan mengabulkan do’a kita. Daging yang tumbuh dari yang haram tidak masuk surga. Hal ini sesuai dengan Hadis Riwayat Ath-Thabrani “ sesungguhnya tidak masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari yang haram”. Kemudian Azab di Akhirat menanti, hal ini bisa kita lihat dalam Surat At-Taubah ayat 35. Kemudian jika kita tidak mengelurkan zakat, harta itu akan keluar juga dengan caranya sendiri, seperti hilang, penyakit (habis harta mengobati penyakit), musibah (kebakaran), dan lain sebagainya. Oleh karena itu, mulai saat ini, mari kita keluarkan zakat kita, karena harta yang kita miliki saat ini, ada hak-hak orang lain, tegas Abdul Somad. (Ags)