(Inmas) - Kontingen Riau tiba dengan selamat di Bandara Semarang, Rabu (29/11) petang tepat pukul 14.10 WIB ditengah cuaca yang tidak baik. Mereka optimis bisa menampilkan yang terbaik untuk Riau di semua cabang Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional ke IV di Jepara. Kegiatan yang akan berlangsung selama sepekan kedepan dipusatkan di Pondok Pesantren Raodathul Mubtadiin Dukuh Bale Kambang Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalum sari Rembang.
Tim sudah siap dan bersemangat mengikuti perlombaan ini, apalagi setelah dilepas oleh wagubri di pendopo kemarin, Selasa (28/11). Selain itu juga ada beberapa cabang unggulan lain. Khusus di cabang lomba yang berpotensi untuk mngharumkan nama Riau nantinya, diantaranya cabang ushul fiqh 'ula dan wustha, Tarekh wustha dan ulya, Fiqih 'ulya, kata Fairus selaku ketua rombongan.
Kepala bidang Pakis ini menambahkan, ajang MQKN juga dimanfaatkan untuk menyiapkan para santri menjadi para calon ulama dan pemimpin negeri ini nanti. Hanya beberapa cabang yang perlu dipertajam lagi latihannya.Kontingen Riau untuk MQKN kali ini memang dilepas Wagubri pada selasa petang kemarin, katanya,
Riau diperkuat 59 orang santri pada MQKN ke IV di Jepara tahun ini, harusnya 62 orang, namun kami tidak mengirimkan debat bahasa putri yang berjumlah tiga orang. Ke 25 cabang yang diperlombakan itu adalah marhalah 'ula 5 kitab terdiri dari 10 orang pa dan pi, markalah wustho sebanyak 11 kitab terdiri dari 22 orang pa dan pi. Ditambah dua cabang debat bahasa inggris pa dan pi dan bahasa arab pa, jelas Janheri MA saat bincang sesaat setelah mendarat dengan selamat di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Salah seorang peserta bernama Afif Thohir asal Bangkinang yang mengikuti cabang lomba Tauhid mengaku senang namun ada sedikit perasaan gamang, mengingat tauhid adalah cabang lomba yang hanya di laksanakan untuk skala nasional,dimana untuk tingkat provinsi belum pernah diperlombakan, "Ini pengalaman pertama saya, saya baru pertama kali mengikuti even nasional ini", semoga saja bisa tampil maksimal nantinya", ucap santri pendiam bimbingan Ustadzah Afneli ini kepada salah seorang humas Kanwil Kemenag Riau.
Hal berbeda diungkapkan peserta lainnya bernama melisa dan Liza, mereka mengaku cukup optimis akan bisa bersaing dengan para peserta dari provinsi lainnya. "Pengalaman perdana harus bisa maksimal berusaha", tandasnya disela sela makan siang sebelum keberangkatan.
Sebagai informasi, pada pagi tadi pada pukul 06.20 WIB Rabu (29/11) dari Bandara SSK II Pekanbaru, mereka berangkat ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan Lionair JT 0506.(vera)