Pekanbaru – (Inmas). Pada Selasa 01 Agustus 2017,dari Jalan Riau
Ujung, bahkan setelah masuk Jalan Karya Maju tidak terlihat ada Vihara. Baru
setelah sekitar 200 meter, terlihat dari kejauhan sebuah gedung megah dengan
sejumlah ornamen berwarna emas mencuri perhatian.
Vihara ini berbeda dari
beberapa Vihara yang pernah wartawan kunjungi di Riau selama tujuh tahun
terakhir.
Bangunan ini memiliki
kemiripan dengan Vihara umat Buddha yang berada di Thailand. Benar saja,
bangunan ini memang rumah ibadah umat Buddha aliran Theravada yang merupakan
agama resmi kerajaan Thailand. Bhikku atau ahli agama di sini juga berasal dari
Thailand.
Gedung berlantai dua itu
cukup tinggi. Satu lantai ketinggian ruangannya mencapai 9 meter. Tonggak
raksasa tersusun rapi dengan tiga patung, salah satunya Buddha bersemayam pada
bagian depan. Sementara Vihara itu dikelilingi kolam yang berisi ikan dan
labi-labi. Sementara arealnya penuh dengan taman yang hijau.
Para anggota TAFR yang
dipimpin Director of Exercise Gp Capt Sppachai Silanil yang berpakain penerbang
angkatan udara Thailand tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan sejumlah 26
orang, minus pendamping dari TNI AU langsung masuk menuju ruang ibadah utama
dengan membawa sumbangan berupa beras dan makanan untuk para Bhikkhu. Mereka,
sebelum bertemu sang Pemimpin Religius di Vihara tersebut, lebih dulu disambut
para umat Buddha yang berkesempatan hadir siang itu. Di antara yang menyambut
adalah Ketua Pembangunan Vihara Budi Pujianto Tios.
Kedatangan Angkatan Udara
kerjaan Thailand ini menurut Budi sudah semacam kegiatan ibadah rutin sebelum
mereka mengikuti latihan tempur bersama TNI AU di Lanud Roesmin Nurjadin.
Setiap kali datang, para tentara Thailand tidak akan pernah melewatkan
aktivitas penting ini di Vihara Dhamma Beta.
"Ini merupakan satu-satunya
Vihara Buddha aliran Theravada Dammaduta di Provinsi Riau. Hari ini para
tentara Thailand sejumlah 26 orang beserta komandan akan memberikan
penghormatan pada Buddha dan meminta pemberkatan serta doa yang dipimpin
langsung Kepala Vihara," sebut Budi. Doa yang dipimpin Kepala Vihara
Phrakhru Vinet Sasanakid Sophit didampingi 8 Bhikkhu lainnya ini diikuti secara
hikmat oleh anggota TRAF. Mereka duduk di kursi yang telah disediakan menghadap
Buddha.
Sembahyang siang itu dimulai
dari penghormatan kepada Buddha dengan menyalakan dupa dan lilin, permohonan
sila dan pemberkahan 9 Bhikkhu Sangha. Mereka membacakan doa berkah, kebaikan
dan kesejahteraan. Hal ini dimaksudkan supaya terhindar dari segala macam
bahaya sebelum memulai latihan bersama.
Lalu ritual dilanjutkan dengan pemercikan air berkah dan dilanjutkan dengan memberkahi para tentara ini dengan meletakkan relik Buddha di atas kepala mereka satu per satu. Kemudian ibadah dilanjutkan dengan pembacaan pharita pemberkahan. Hal ini dilakukan untuk memulai sesuatu acara atau upacara dan kegiatan dengan tujuan untuk mendapatkan kesuksesan serta kelancaran.
Usai ritual sembahyang, para Bhikkhu langsung meninggalkan area Vihara yang terlihat masih memberikan wejangan kepada pimpinan rombongan tentara Thailand. Setelah acara usai, para tentara disuguhi makan siang bersama para umat Buddha yang ikut puja bakti.(belen/**)