Riau (Inmas) – Menjadi hari yang sangat berkesan dan menggembirakan bagi santri kelas akhir PP Santri PP Aswaja menyelesaikan , studinya di pondok yang berlokasi di Sungai Pinang Kecamatan Kubu Rohil. Acara yang dikemas dalam bentuk semi formal ini terbilang meriah. Sebanyak 79 santri telah menyelesaikan studinya selama enam tahun di Pondok Aswaja dengan beragam program reguler maupun program intensif. Kakanwil Kemenag Riau yang menghadiri langsung prosesi acara tersebut terlihat antusias mengikuti acara hingga akhir, pada Minggu,13 Mei 2018.
H Abdussalam MA, Pimpes PP Aswaja mengungkap rasa syukur atas karunia Allah untuk kelulusan santri tahun ini. Sejumlah harapan dan untaian do’a dipanjatkan pada kesempatan itu. Diungkapkannya total santri yang telah menyelesaikan studi di pondok totalnya tercatat sebanyak 87 orang, karena yang lainnya belum menamatkan ujian pondok, baru madrasah aliyah negeri saja, maka belum bisa di wisuda hari ini, karena pondok yang menjadi tolak ukur bukan madrasah aliyah, terangnya.Tapi jika sudah tamat pesantren, lalu meminta ijazah baru bisa dikeluarkan, itu pun kalau santri sudah melakukan pengabdian selama 1 tahun sambungnya. “Syarat mutlak mendapatkan ijazah negeri di pondok ini harus mengabdi selama 1 tahun, dan sudah kami daftarkan untuk kuliah bahkan kuliahnya pun nanti kita biayai ”, tekannya lagi.
H Usman Saufi selaku Rektor Sekolah Tinggi Islam Aswaja Rohil mengatakan pondok pesantren aswaja berdiri atas semangat dan tekad para orang tua terdahulu di inspirasi oleh sebuah cerita, cerita nabi Ibrahim bersama anaknya dalam perjuangan nya membangun ka’bah hingga selesai , yang telah diabadikan dalam alquran, menjadi inspirasi tersendiri bagi para orang tua kita yang hanya bermodalkan semangat, ujarnya mengawali orasi dengan sebuah kisah.
Pondok ini berdiri atas sumbangan infaq, sadaqoh masyarakat, bukan hanya masyarakat Kubu, tapi masyarakat lainnya. “Kebersamaan dan gotong royong para jama’ah bisa membangun pondok ini, dipelopori oleh Khalifah Sofi sejak 1997”, kendati hanya bermodal fondasi bambu”, terangnya. “Dan ini adalah pondok milik bersama, berdiri diatas tanah wakaf, milik kita bersama, milik umat Islam”, ucapnya lagi.
“Semoga anak anak yang telah menimba ilmu di pondok ini mendapat berkah ilmu serta berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi”, pesannya. “Ada kekuatan do’a dan perjuangan para pendahulu pesantren aswaja ini”, dari tahun ke tahun terus berkembang, hingga bisa berdiri sekolah tinggi, ungkapnya. Setidaknya sudah ada enam jurusan seperti jurusan PAI, tasauf, tarbiyah, ilmu tafsir dan alquran sudah ada di sekolah tinggi ini, yang insyaalah akan beralih status menjadi Institut tahun ini.
Ia mengaku akan memberikan beasiswa penuh kepada santri berprestasi sebanyak 30 orang, dan 30 orang ini akan dibiayai dari salah seorang pengusaha dagang bernama H Syafril, jelasnya.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, mengingatkan santri dengan gayanya yang khas untuk selalu mensyukuri dan mengamalkan ilmu yang didapat selama belajar di pondok. Ia juga berpesan agar santri tidak cepat puas dan tetap terus belajar menuntut ilmu. Dikatakannya bahwa kewajiban menuntut ilmu mulai dari lahir sampai mati.
Tampak hadir pada kesempatan itu Pengurus wilayah NU KH Dr Syeikh Abdul Wahid MA, Kepala KUA Kecamatan Kubu, Jama’ah Suluk, para majelis guru, santri dan para tokoh agama di Rohil. (vera/anto)