Riau (Humas) – Pemerintah melalui Kemenag memastikan persiapan haji 1441 H/2020 M terus berjalan. Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) juga sudah dibuka hingga 30 April mendatang untuk tahap I.
Hal itu diutarakan Kasi Pendaftaran Dokumen Haji Kanwil Kemenag Riau Drs H Elwizar MA kepada humas, Rabu (08/04) sekitar pukul 12.45 WIB.
Ia mengatakan pemindaian paspor terus dipacu kendati saat ini Indonesia diterpa wabah covid-19.Â
“Kami mengimbau Kabupaten/kota yang belum mengantar pasport agar segera menyerahkan ke Kanwil, Alhamdulillah paspor yang sudah ada di kanwil baru saja selesai discanning” ujarnya.Â
Sedikitnya ada empat proses scanning yang dilaksanakan di Kanwil. Dokumen tersebut adalah pasport, lembaran bukti kesehatan (istitho'ah), lembar bukti pelunasan dan pas photo ukuran 4x6, lanjut Elwizar.
Pihaknya mengaku tidak ada kendala selama proses tahapan dokumen haji calon jemaah. Hanya saja terkait pelunasan, harus mengacu kepada imbauan dirjen yang terbaru bahwa yang boleh melakukan pelunasan di Bank paling banyak lima orang saja.
“Bahkan dianjurkan melalui transaksi non teller (tanpa tatap muka) bisa dilakukan dengan sistem SMS banking atau lainnya.” Ungkapnya.
Begitu pula, untuk layanan pendaftaran haji, pihaknya menyebut tetap berjalan seperti biasa, untuk wilayah yang belum terdeteksi ada positif Corona. Namun sesuai keputusan Dirjen PHU Kemenag RI layanan ini pun dibatasi.
“Hanya boleh 5 orang perhari yang mendaftar ke bank setempat ” katanya.
Sementara untuk wilayah yang sudah ada pasien positif Corona, maka pendaftaran haji ditunda, mengingat pegawai sudah diberlakukan bekerja dari rumah (WFH). Hal tersebut mengacu pada surat Edaran Menag Nomor 4 point 1 huruf a.
Selain itu pihaknya menyebut untuk musim haji ini, paspor tidak lagi diantar ke Jakarta, seperti sebelumnya, melainkan cukup di-scan di Kanwil.
Tahapan selanjutnya diteruskan secara sistem untuk mendapatkan visa dari Kedubes Saudi Arabia (KBSA)," jelas pejabat yang baru saja diamanahi sebagai Kasi Dokumen dan pendaftaran Haji ini.
Hingga saat ini hanya beberapa kabupaten/kota yang masih belum lengkap menyerahkan paspor ke Kanwil. Tercatat per tanggal 4 April 2020 sebanyak 4219 paspor. “Jika dipersentasikan sudah 85,11 persen paspor jemaah yang terhimpun di Kanwil,” katanya.Â
“Bila ditotal dari 5008 jemaah, ada sebanyak 738 paspor lagi yang ada di daerah, yang masih banyak itu Kabupaten Kampar masih 379 paspor lagi dan Kota Pekanbaru 180 paspor,” rincinya.
Ia menjelaskan untuk satu hari, rata rata bisa 150 paspor yang discanning dengan alat MRTD oleh tim siskohat Kanwil Kemenag Riau. Begitu pula untuk scanning paspoto dan lembar merah bukti pelunasan juga sudah discanning.
“Tinggal lagi menunggu susulan dari Kabupaten/kota yang belum menyerahkan paspor dan bukti pelunasan, dan berkas kesehatan ,” sebutnya. Â
Elwizar juga menyinggung data paspor online ini berikutnya akan dikoordinasikan Direktorat Jamaah Haji Direktorat Pelayanan Haji dalam Negeri c/q Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag RI, dan KBSA di Jakarta.
Selain paspor, visa sangat diperlukan jemaah haji dan umrah, semacam izin masuk ke Tanah Suci. Untuk proses pemvisaan, Elwizar menjelaskan beberapa tahapan yang akan ditempuh, hingga dokumen dikantongi jamaah dalam lebih 12 kloter asal Riau, jika melihat tahun sebelumnya.
Namun bagaimana tahapan selanjutnya. Kita hanya bisa menunggu keputusan dari pihak KBSA terkait penyelenggaraan haji tahun ini.
"Semoga saja ada keputusan terbaik, apakah tetap diberangkatkan atau ditunda dikarenakan darurat covid ini, harapan kami tentunya pelaksanaan ibadah haji tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya," harap Elwizar.