815 Santri Riau Mengikuti UN Program Paket A, B dan C
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 815 santri dari berbagai pondok pasantren (PP) yang ada di Riau, 29 Juni-1 Juli 2010 mendatang akan mengiktui Ujian Nasional (UN) untuk program paket A dan B. Sementara untuk UN paket C telah dilaksanakan sejak 22-25 Juni 2009.
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 815 santri dari berbagai pondok pasantren (PP) yang ada di Riau, 29 Juni-1 Juli 2010 mendatang akan mengiktui Ujian Nasional (UN) untuk program paket A dan B. Sementara untuk UN paket C telah dilaksanakan sejak 22-25 Juni 2009. Penyelenggaraan UN tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Kasi Pelayanan Pondok Pesantren pada Masyarakat Bidang Pendidikan Keagamaan Pondok Pesantren (Pekapontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Dra. Hj. Yenni Anis, MA, Kamis (24/6) mengatakan, jumlah santri yang ikut UN paket tersebut terdiri dari 47 orang paket A (setara MI/SD), 98 orang paket B (setera MTs/SMP) dan 670 orang paket C (setera MA/SMA).
"Dari 12 Kabupaten dan Kota yang ada di Riau, UN Paket A, B dan C untuk PP tahun ini hanya dilaksanakan 9 kabupaten dan kota saja, yaitu Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hulu (Rohul), Indragiri Hilir (Inhil), Siak, Dumai, Rokan Hilir (Rohil) dan Pelalawan," ungkap Yenni di ruang kerjanya.
Menurut Yenni, dengan kebijaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (Wajar Dikdas) warga masyarakat diwajibkan menempuh pendidikan minimal lulus SMP atau sederajat. Namun ternyata banyak masyarakat usia wajib belajar tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah karena hambatan social, ekonomi, budaya, geografis dan lain sebagainya.
Untuk itulah program paket A, B, dan C dilaksanakan dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menempuh pendidikan yang setara dengan SD/ MI, SMP/MTs dan SMA/ MA melalui jalur pendidikan non formal pada pondok pesantren (PP).
"Kurikulum paket A, B, dan C juga dilengkapi dengan muatan keterampilan, sehingga lulusan dari PP tersebut telah siap bekerja dan memasuki dunia usaha maupun kerja mandiri," jelas Yenni.
Untuk bahan UN, kata Yenni, untuk program Paket A terdiri dari lima mata pelajaran yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Indonesia, Matematikan, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
"Untuk program Paket B mata pelajarannya sama dengan Paket C hanya ditambah dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Sedangkan untuk Program Paket C dibagi menjadi tiga golongan, Paket C-IPS, C- IPA, dan C Kejuruan," ungkapnya.
Bahan UN Program Paket C Kejuruan terdiri dari PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris. Program paket C-IPS terdiri dari bahan UN Paket C Kejuruan ditambah dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, Ekonomi, Gegrafi dan Sosiologi. Dan Paket C-IPA terdiri dari bahan UN Paket C Kejuruan ditambah mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi.
"Sejauh ini persiapan PP dalam menghadapi UN sudah cukup matang, kita berharap penyelenggaraan UN Paket A, B, dan C ini dapat berjalaan lancar," harapnya. (msd)