Riau (Inmas) - Sekitar 82 persen calon jamaah haji (calhaj) Kloter 7 Kampar Provinsi Riau dinyatakan memiliki status kesehatan risiko tinggi (risti). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Riau menginstruksikan kepada jamaah calhaj untuk beristirahat cukup dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).Â
Dokter Imelda dari KKP Kelas II Pekanbaru mengatakan status risti mayoritas jamaah haji disebabkan usia lanjut. Kebanyakan jamaah menunaikan ibadah haji saat berusia 60-90 tahun. Padahal, pada usia tersebut kondisi kesehatan sudah tidak stabil. Â
"Persoalan pertama adalah kondisi badan yang kelelahan saat berangkat dari daerah. Makanya saat periksa kesehatan disini sebagaian besar drop," jelasnya kepada humas Kemenag.
Saat masuk Asrama Embarkasi Haji Antara Riau seluruh jamaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan.
Para jamaah calhaj juga mendapatkan asupan makanan yang dipastikan kebersihan dan kesehatannya oleh PPIH. Para jamaah juga dilarang membeli makanan di luar asrama haji yang belum bisa dipastikan kebersihan dan kesehatannya.
Namun, keberadaan jamaah calhaj di asrama haji kebanyakan kurang dari 24 jam. Hari selanjutnya para jamaah calhaj diterbangkan ke tanah suci melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Karenanya, Imelda mengimbau kepada seluruh jamaah calhaj menjaga PHBS. "Yang paling baik dilakukan adalah istirahat dan makan teratur," ucapnya. Â
Selanjutnya, setibanya di Arab Saudi, jamaah diminta untuk patuh kepada pimpinan rombongan dan petugas pendamping. Tantangan utama saat berada di Arab Saudi berupa perbedaan suhu dengan Indonesia.
Karenanya, jika jamaah mengalami panas tinggi atau demam segera memberitahu petugas kesehatan agar cepat ditangani.Â
Tercatat sebanyak 447 jamaah Kampar akan terbang ke tanah suci dini hari ini. Dengan rincian pria sebanyak 245 dan wanita sebanyak 202 orang.
Disebut kan jamaah yang tergolong risiko tinggi mencapai 80 persen atau setara 376 orang. Dimana pria sebanyak 167 orang dan wanita 209 jamaah.
Selain itu Wanita usia subur pada kelompok terbang ini tercatat sebanyak 99 orang. Sementara 4 orang lainnya jamaah menggunakan kursi roda.
Menurut informasi Siskohat saat ini di asrama haji terdapat tiga jamaah calhaj yang tidak berangjat. Ketiganya yakni, Abdul Kadir Kaatin karena meninggal dunia, Darti Raji Karuan karena wafat, dan Daswriman Alin Anwar karena sakit.(vera)