0 menit baca 0 %

750 Lembaga Harus Terakreditasi, BAN PAUD dan PNF Gandeng Kemenag Gelar Rakor

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Ketua BAN PAUD dan PNF Provinsi Riau, Diah Masriah, S.Psi, MM dan Ketua Panitia kegiatan membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia DIni dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD...

Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Ketua BAN PAUD dan PNF Provinsi Riau, Diah Masriah, S.Psi, MM dan Ketua Panitia kegiatan membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia DIni dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD danBNP) Tahun 2018 di Hotel Grand Central Pekanbaru, Senin (16/7/2018).

Peserta pada kegiatan tersebut sebanyak 51 orang terdiri dari 36 orang utusan masing- masing Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau, 11 orang anggota BAN, Himpaudi, IGRA, PKBM dan LKP masing- masing 1 orang. Pada acara tersebut juga ditandai dengan pemberian pengharagaan pada Kategori Terkareditasi A terbanyak kepada Bengkalis dan Pekanbaru, Kategori Pengajuan Akretasi terbanyak Indragiri Hilir dan Rokan Hulu, dan Kategori Evaluasi Diri Sekolah (EDS) terlengkap Tahap I 2018 yaitu Kampar, Indragiri Hulu dan Kuansing.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, usai acara pembukaan mengatakan, dengan Rakor BAN PAUD dan PNF Provinsi Riau diharapkan tingkat akreditasi, kualitas dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat dengan merumuskan program strategis agar PAUD dan PNF dapat terakreditasi secara maksimal.

“Satu hal yang perlu kita lakukan di Kemenag adalah pra akreditasi sebalum akreditasi. Selain itu, kuota yang ada bisa ditingkatkan agar percepatan akreditasi bisa terlaksana. Apalagi di Lingkungan Kemenag tahun 2018 baru 30 Raudhatul Atfal yang melakukan pengusulan akreditasi, padahal kita mempunyai RA lebih dari 700 lengbaga, dan PNF lebih dari 1000 lembaga, sehingga butuh waktu untuk menuntaskan akredatasi itu. Selain dari BAN PAUD kita juga mengharapkan kerjasama Pemerintah Daerah dengan sharing anggaran sehingga akreditasi dapat terselesaikan,” harapnya.

Ketua BAN PAUD dan PNF Provinsi Riau, Diah Masriah, S.Psi, MM mengatakan, Rakor BAN PAUD dan PNF Provinsi Riau Tahun 2018 digelar dalam menyamakan persepsi sekaligaus melakukan sosialisasi target sasaran akreditasi antara semua pihak terkait.  

“Pada tahun 2018, kuota yang diberikan oleh pusat untuk Provinsi Riau sebanyak 750 lembaga yang harus terakreditasi, sementara yang baru mengisi EDS baru 240 lembaga. Dan kita telah melakukan kerjasama dengan Kemenag, karena memang masih  banyak RA yang belum tersentuh, dari kuota 750 baru 30 kuota yang terpenuh dari RA dari 5 Kabupaten/ Kota, dan 7 Kabupaten/ Kota yang belum memasukkan berkas untuk akreditasi,” ungkapnya dan itu berharap agar semua element terkait dapat besinergi agar target 2018 dapat terpenuhi. (mus/eka/faj)