Riau (Inmas) - Setelah sukses melaksanakan kegiatan di tiga lokasi, Subdit Pendidikan Agama Islam pada SMA/ SMALB dan SMK Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI memilih Provinsi Riau untuk menjadi tuan rumah kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Deradikalisasi dan Moderasi Islam pada SMA/SMK angkatan ke 4. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Pekanbaru tersebut dibuka oleh Kanwil Kemenag Riau pada Rabu (24/7/19).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kesiswaan Subdit PAI pada SMA/SMALB dan SMK Direktorat Pendidikan Agama Islam beserta rombongan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Riau, Kasi Pendidikan Dasar dan peserta kegiatan dari SMA se Provinsi Riau.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Riau Drs. H. Fairus mengatakan Dengan terpilihnya Provinsi Riau sebagai tempat diadakannya kegiatan tersebut dapat memacu dinamika Rohis di Riau untuk berkembang di seluruh sekolah yang ada di Provinsi Riau, sehingga kedepannya sekolah yang ada di Riau semakin bagus.
"Kepada Anak-anak sekolah harus bisa menjadi pelopor moderasi Islam dan menjauhkan diri dari sikap radikal". Lanjut Beliau.
Sedangkan Panitia pelaksana Kegiatan Herry Zakari Anshary, S. Ag mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menjadikan Rohis sebagai sebuah kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang bisa menjadi garda terdepan dalam hal mengusung tema-tema utama di Kementerian Agama, terutama dalam hal moderasi beragama.
"Kegiatan ini diikuti oleh 75 orang peserta yang merupakan wujud keterwakilan potret Rohis yang ada di pulau Sumatra, terutama Provinsi Riau". Lanjut Kasi Kesiswaan Subdit PAI Pada SMA/SMALB dan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI
Kegitan yang menghadirkan Narasumber dari Kementerian Agama RI dan Kanwil Kemenag Riau tersebut diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pelaksanaan praktik baik (Best Practice) pendidikan karakter melalui pembiasaan dan beberapa materi narasumber.
Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24-26 Juli 2019. (ana/fjr)