70 Persen Pasangan Muda di Rohul Belum Bisa Baca Al-Quran
Ringkasan:
PASIR PENGARAYAN (HUMAS) Banyak keluarga muda di Kabupaten Rokan Hulu belum bisa membaca Al-Qur,an. Kondisi ini bisa mengganggu harmonisasi keluarga. Ungkap Kepala Kemenag Rokan Hulu Ahmad Supardi Hasibuan, sekitar 70 persen pasangan yang telah menikah di usia muda di Kabupaten Rokan Hulu belum bisa...
PASIR PENGARAYAN (HUMAS) Banyak keluarga muda di Kabupaten Rokan Hulu belum bisa membaca Al-Qur,an. Kondisi ini bisa mengganggu harmonisasi keluarga.
Ungkap Kepala Kemenag Rokan Hulu Ahmad Supardi Hasibuan, sekitar 70 persen pasangan yang telah menikah di usia muda di Kabupaten Rokan Hulu belum bisa membaca Alquran.
Diakuinya, perihal itu telah membuatnya risau. Kedepan, ia akan surati seluruh Imam masjid untuk mengajarkan pasangan muda agar bisa membaca Alquran. "Kedepan, bagi pasangan yang akan menikah baru kita akad nikahkan setelah bisa membaca Alquran," ungkapnya kepada riauterkini.com di Pasirpangaraian, Rabu (1/2/12).
Ahmad Supardi berharap, imam masjid, tokoh agama, dan Kantor Urusan Agama (KUA) bisa memberikan pembinaan keagamaan kepada pasangan muda. Pun, ia berharap tidak ada lagi pasangan calon pengantin yang tidak bisa membaca Alquran.
“Sungguh, ini sangat menyedihkan sekali. Untuk itu diharapkan seluruh pihak bisa melakukan pembinaan kepada muda-mudi agar bisa membaca Alquran. Bagi pihak keluarga juga harus bisa memberikan bimbingan agama," himbaunya.
Peran guru mengaji di desa dan kecamatan juga diharapkan bisa memberikan pembinaan, sehingga tidak ada lagi muda-mudi Muslim Rohul yang tidak bisa membaca Alquran.
Program "Maghrib Mengaji", dengan menerapkan mematikan televisi menjelang Maghrib hingga waktu Isya dihimbaunya agar diberlakukan di masing-masing lingkungan dan keluarga, sehingga anak-anak Rohul memahami agama dan bisa membaca Alquran.
Selain 70 persen pasangan menikah belum bisa membaca Alquran, akibat minimnya pembinaan agama, ungkap Supardi turut berimbas terhadap tingkat perceraian yang cukup tinggi. Dari 4.000 pasangan menikah, antara 20-25 persen per tahun pasangan muda bercerai.
“Ini karena kurangnya pengetahuan tentang agama dan belum matangnya pasangan muda untuk menikah," ungkapnya lagi. (Dikutip dari Riau Terkini.Com) (Ash-zal)