0 menit baca 0 %

70 Persen Generasi Muda Tidak Bisa Baca Quran

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Isu utama yang diangkat dalam setiap safari ramadhan yang dilakukan oleh Bupati Rohul beserta timnya dan juga Wakil Bupati Rohul beserta timnya adalah Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (GM3). Isu utama ini disampaikan pada 16 lokasi safari ramadhan, yang dilakukan selama delapan...
Rokan Hulu (Humas)- Isu utama yang diangkat dalam setiap safari ramadhan yang dilakukan oleh Bupati Rohul beserta timnya dan juga Wakil Bupati Rohul beserta timnya adalah Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (GM3). Isu utama ini disampaikan pada 16 lokasi safari ramadhan, yang dilakukan selama delapan malam, dengan 2 tim setiap malamnya. Demikian disampaikan kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Rokan Hulu, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA ketika selesai Sholat Tarawih pada Safari Ramadhan terakhir bersama Wakil Bupati Rohul, Ir. H. Hafidh Syukri, MM, Kamis (11/8) di Masjid Babussalam Ujung Batu Kab. Rohul. Ahmad Supardi mengatakan, isu magrib mengaji ini sangat strategis untuk diangkat kepada umat islam, supaya umat islam sadar dan bangkit dari tidurnya, bahwa saat ini umat sedang dalam masalah dan bahaya besar. Dimana 70 persen generasi penerusnya tidak bisa baca AlQur`an dengan baik dan benar. "Kondisi ini, bukan hanya memprihatinkan, tetapi justru sangat mengkhawatirkan, mencemaskan dan membahayakan," ungkapnya. Untuk itu, diperlukan langkah langkah serius untuk mengatasinya, apalagi daerah ini dikenal sebagai negeri seribu suluk, masjid agung islamic centrenya sangat megah dan dijadikan sebagai kiblat kegiatan keagamaan provinsi Riau. "Saya berharap agar ke depan, gerakan masyarakat magrib mengaji ini, menjadi gerakan sekaligus budaya masyarakat, sehingga tidak ada jarak antara umat dengan AlQur`an yang jadi pedomannya. Sekarang ini ada jarak atau bahkan jurang yang sangat lebar antara umat dan AlQur`an," (ash)