Riau (Inmas) – Tim kesehatan Kloter 10 asal Bengkalis mengantisipasi kesehatan jamaah haji Riau dengan sejumlah pesan kepada karu dan karom. Acara dikemas dalam bentuk pembekalan kepada jamaah, usai mereka menjalani fase pemeriksaan kesehatan dan kegiatan lainnya di Asrama haji Antara, Sabtu (13/07).
Tim TKHI yang diwakili Dr Raudhah asal Siak mengawali sambutannya dengan memperkenalkan diri sekaligus masing masing personil kesehatan selama di tanah suci.
Pada kesempatan itu Raudhah mengajak para Karu dan Karom untuk melaksanakan amanah yang baru selama di tanah suci dengan penuh tanggung jawab.
“Yang kita urusi mayoritas jamaah lansia, untuk itu volume kesabaran perlu kita naikkan full, dalam melayani jamaah”, katanya menyebut pesan pertama.
Kedua, jamaah yang menggunakan kursi roda tercatat 8 orang jamaah. Namun yang membutuhkan kursi roda juga tak sedikit.
“Diharapkan 40 karu dan 10 karom harus memahami dan mengerti kondisi jamaah yang sangat beragam”, katanya.
Terlebih lagi, ada jamaah yang tidak punya pendamping, sementara secara fisik jamaah itu butuh pendamping. Kita prioritaskan yang lansia seperti ini pak, katanya menyebut poin ketiga.
Menurut Raudhah mengecek ulang keberadaan jamaah setiap melakukan aktivitas menjadi sangat penting bagi karu dan karom.
“Tolong kita perhatikan betul, kita harus kroscek ulang dulu keberadaannya setiap kali kemanapun kita pergi selama di tanah suci” katanya melanjutkan pesan keempat.
“Ini PR besar buat kita bersama pak, saya pun semaksimal mungkin akan membantu jamaah, melalui koordinasi yang intens insyaallah jamaah akan mendapat layanan terbaik dari kita*, katanya.
Kelima, sambung Raudhah sebaiknya jamaah bisa memanfaatkan waktu istirahat, jangan terlalu banyak berbuat (berbicara), pesannya.Â
Yang tak kalah penting lagi Raudhah mengajak jamaah untuk membiasakan pola hidup berauh dan sehat.
“Biasakan hidup bersih dan sehat, dan untuk para perokok mulai lah mengurangi kebiasaan ini, di tanah suci tidak dibolehkan”, kata dokter yang kental dengan loghat MelayunyaÂ
Begitu pula untuk jamaah yang tergolong resti. Ia menyarankan untuk memasukkan obat rutin kedalam tas tenteng sebagian. “Jangan semua obat di masukkan ke dalam travel bag, karena obat rutin memang wajib diminum”, ucapnya penyebut pesan keenam.
Obat rutin harus distock dalam tas tenteng kecil, biar mudah mengkonsumsinya, dan mudah mengingat nya, lanjut Dokter lugas ini.
Raudhah mengingatkan untuk selalu melapor bila memang ditemui jamaah yang sakit atau kendala kesehatan lainnya.
“ Jika ada masalah kesehatan, jangan segan segan untuk melapor ke kami, 24 jam kami siap dipanggil bila ada masalah kesehatan jamaah”, tandasnya pasti.
Kami sudah mewakafkan diri kami untuk calon tamu Allah ini, kami meninggalkan suami, anak anak juga demi melayani jamaah haji kita. “Mari kita bekerja sama, dan jangan kaget kalau saya cerewet”, jelasnya sembari tertawa.(vera)