0 menit baca 0 %

52 Jamaah Kloter 2 BTH Ikut Tarwiyah

Ringkasan: Makkah (Inmas)- Meski tidak difasilitasi pemerintah, sebanyak 52 jamaah calon haji kloter 2 Embarkasi Batam (BTH) mengambil tarwiyah dengan berangkat lebih dulu ke Mina pada 8 Dzulhijjah 1438 H atau 30 Agustus 2017, dan berangkat sendiri ke Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Makkah (Inmas)- Meski tidak difasilitasi pemerintah, sebanyak 52 jamaah calon haji kloter 2 Embarkasi Batam (BTH) mengambil tarwiyah dengan berangkat lebih dulu ke Mina pada 8 Dzulhijjah 1438 H atau 30 Agustus 2017, dan berangkat sendiri ke Arafah pada 9 Dzulhijjah. Sementara jamaah non Tarwiyah berngkat ke Arafah pada hari yang sama 8 Dzulhijjah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Klotern2 BTH, Suhardi, via selulernya, Ahad (27/8/2017). Menurutnya, 52 orang jamaah tarwiyah tersebut tidak didampingi oleh petugas tetapi bertanggung jawab dengan diri sendiri.

"Pihak PPIH mengharuskan jemaah untuk menandatangani surat pernyataan bagi jamaah tarwiyah, karena memang ini diluar tanggungjawab pemerintah," jelasnya. "Pihak Maktab memfasilitasi yang tarwiyah dengan kewajiban membayar, info sementara dari pihak maktab bahwa biaya untuk tarwiyah 250 real perjemaah," tambahnya.

Tarwiyah merupakan amalan sunah yang pernah dilakukan Nabi Muhammad.  Saat itu, Nabi Muhammad tiba di Mina pada 8 Dzulhijjah untuk melaksanakan shalat Dzuhur, Ashar, Isya, Maghrib, dan subuh. Lalu, pada 9 Dzulhijjah, Nabi menuju Arafah untuk menjalankan wukuf.

Dalam hal ini pemerintah tidak bisa melarang jemaah yang akan melakukan Tarwiyah. Ini persoalan keyakinan. Tapi bagi yang ingin melakukannya, agar dilakukan secara bertanggungjawab. "Untuk jamaah tarwiyah kita sudah sampaikan datanya, termasuk membuat surat perjanjian," ungkap Suhardi.

Ia menambahkan, untuk kondisi jemaah secara umum sehat. Ketua Kloter bersama tim kesehatan terus memantau kesehatan jemaah dan menghimbau jemaah untuk menjaga kesehatan menjelang Armina. Bus shalawat ke Masjidil haram sudah mulai dihentikan mulai tanggal 27, sehingga jemaah memiliki waktu cukup untuk menjaga kebugaran fisiknya menjelang Armina.

"Dua orang jemaah kloter 02  BTH yg dirawat di RSAS, satu orang telah kembali ke hotel. Sdangkan kondisi JCH atas nama Supangat, Alhamdulillah  kondisinya semakin membaik. Jadi untuk data badal dan safari wukuf belum bisa diputuskan, masih menunggu kondisi jamaah dua hari kedepan," ujarnya. (mus/nik)