Riau (Inmas) - Pada musim haji tahun 1440 Hijriah, Kementerian Kesehatan Riau mendata jumlah jamaah haji asal Kota Pekanbaru kloter awal dengan risiko tinggi sebanyak 50 orang setara 15 persen dari total jamaah keseluruhan sebanyak 445 jamaah.
Dr. David P Simanjuntak dari KKP Kelas II Pekanbaru menyampaikan jumlah ini berdasar pada tiga kategori. "Namun semuanya dapat diatasi dengan baik, dengan teratur minum obat", katanya.
"Jamaah haji risti (risiko tinggi) mencapai 50 orang secara umum diatas 60 tahun dan atau yang punya penyakit," kata Dr. Eka saat dihubungi Humas Kemenag Riau disela kesibukannya melayani jamaah.
Dr. David menjelaskan ada tiga kategori yang termasuk jamaah risti. Pertama, jamaah haji dengan umur diatas 60 tahun tanpa penyakit. Kedua, jamaah haji dengan umur diatas 60 tahun dengan penyakit. Ketiga, jamaah haji berusia dibawah 60 tahun dengan penyakit. "Usia, penyakit kronis, keluhan riwayat penyakit lama dan penyakit sekarang", terang David.
Salah seorang jamaah asal Inhu bernama Halimah mengaku tergolong ke dalam kategori jamaah Resti (Resiko tinggi). Istri dari Abdullah ini mengaku mengidap penyakit tensi tinggi, kolesterol, maagh, kadang juga asam urat.
“Tapi Alhamdulillah hingga kini saya sehat saja, karena seminggu jelang ke Pekan baru Ia rutin memeriksakan kesehatan ke dokter langganan” ucapnya.
“Karena rajin dan teratur minum obat, tensi yang awalnya mencapai 300, kini hanya 120 Alhamdulillah sekali”, katanya.
Ia berkisah selalu menuruti saran dokter, untuk tidak berhenti minum obat. “Meskipun obatnya banyak, setiap sholat shubuh saya selalu minum, kadang saat kolesterol, harus minum obat lain, akhirnya sempat Magh juga” katanya.
Jamaah lainnya bernama Sisi Ali Ramli Yusuf dari Marpoyan, mengaku kakinya tiba tiba lemes tak bertenaga.”Baru empat hari ini saya merasakannya, tapi manasik bisa saya ikuti dengan baik, semoga saya bisa sehat saja” sebut suami dari Nuraini ini.
Hal yang sama datang dari kisah jamaah dari Rumbai bernama Yulinar (65).
Ia mengaku mengalami struk ringan sejak dua tahun lalu. Sementara ia mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji sejak 8 tahun lalu tepatnya Tahun 2011.
“ Saya baru kena sakit struk ringan dua tahun ini” sebutnya.
Pensiunan pegawai kantor Camat Rumbai ini tetap bersemangat di usianya yang sudah menginjak 65 tahun.
“Saya sudah pernah umrah dua kali, jadi ingin berhaji, wukuf di Arafah yang belum saya rasakan”, katanya.
Ia berharap mendapatkan pelayanan dan pemandu yang baik dari petugas kesehatan disana nanti mengingat Ia pergi hanya seorang diri tanpa keluarga.
”Suami saya sudah meninggal, jadi saya sendiri saja ikut dengan rombongan”, ujarnya.(vera)