0 menit baca 0 %

5 Satker Kemenag Riau Terima Reward Pengelola Aset BMN Terbaik dari DJKN

Ringkasan: Riau (Inmas) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Wilayah Riau, Sumbar dan Kepri melakukan kegiatan Refitalisasi pengelolaan Kekayaan Negara. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta Pekanbaru ini berlangsung pada Kamis 29 November 2018.Pada kegiatan ini juga di laksanakan penganugerahan pengelo...

Riau (Inmas) – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Wilayah Riau, Sumbar dan Kepri melakukan kegiatan Refitalisasi pengelolaan Kekayaan Negara. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta Pekanbaru ini berlangsung pada Kamis 29 November 2018.

Pada kegiatan ini juga di laksanakan penganugerahan pengelola Aset terbaik untuk Wilayah DJKN Riau, Sumbar dan Kepri. Pemberian penghargaan terhadap pengelola asset terbaik tersebut mencakup pada Kategori Kepatuhan dalam Penataan usahaan BMN, Kategori Optimalisasi Pengolaan BMN dan Kategori Pelaksanaan Revaluasi BMN. 

Untuk kategori tersebut, Satker di lingkungan Kanwil Kemenag Riau yang mendapatkan penghargaan adalah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dengan perolehan Peringkat II Kategori Satker Wilayah pada Pengelola asset terbaik.

Sedangkan Kantor Kementerian Agama Indragiri Hilir mendapatkan peringkat III untuk kategori Satuan kerja Wilayah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru.

Sementara itu untuk wilayah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai terdapat 3 Satker Kementerian Agama yang memperoleh penghargaan sebagai pengelola asset terbaik, satker tersebut adalah MTsN 1 dumai Peringkat I, MTsN 3 Bengkalis peringkat II dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis mendapat peringkat III.

Penghargaan tersebut langsung di terima oleh Kepala Kantor Wilayah Kementeian Agama Provinsi Riau yang diwakili oleh Kasubbag Kepegawaian, Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Kepala Kantor Kementerian Agama Indragiri Hilir, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Dumai dan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Bengkalis. (ana/ifat)