5 Oktober Kumpulkan Kopor JCH Rohul
Ringkasan:
PASIR PENGARAYAN (HUMAS) Jamaah Calon Haji (JCH) Rokan Hulu, akan diberangkatkan dari Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengarayan, menuju Embarkaski Batam, pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2011, menggunakan pesawat Penas, jenis BAe 146-100, dengan kapasitas penumpang 70 orang.
PASIR PENGARAYAN (HUMAS) Jamaah Calon Haji (JCH) Rokan Hulu, akan diberangkatkan dari Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengarayan, menuju Embarkaski Batam, pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2011, menggunakan pesawat Penas, jenis BAe 146-100, dengan kapasitas penumpang 70 orang. Pada tanggal 7 Oktober sebanyak 4 penerbangan dan pada tanggal 8 Oktober sebanyak 3 kali penerbangan. Jumlah JCH berangkat, seluruhnya 476 orang, ditambah dengan 5 orang petugas kloter.
Untuk itu, maka seluruh JCH Rohul, sudah harus mengumpulkan kopornya masing-masing kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Rohul, pada tanggal 5 Oktober 2011, selama satu hari penuh, siang dan malam, bertempat di gedung aula pertemuan, Pasir Pengarayan. Untuk keperluan ini, maka petugas PPIH, telah ditempatkan di sana.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA kepada wartawan, di kantornya kemaren, Senin, 3 Oktober 2011. Dikatakannya, kopor besar harus masuk bagasi dan sudah harus kami antar ke Bandara Tuanku Tambusai, pada tanggal 6 Oktober, satu hari sebelum keberangkatan.
Barang-barang tersebut, dicek terlebih dahulu oleh petugas Bandara dan pihak penerbangan, apakah di dalamnya ada barang-barang yang terlarang untuk dibawa, seperti benda tajam, cairan, dan segala macamnya, sesuai dengan standar penerbangan. Kemudian, barang tersebut ditimbang, apakah melebihi bobot berat, atau tidak.
Adapun tas tentengan, menurut Ahmad Supardi Hasibuan, akan dibawa langsung oleh JCH ke dalam pesawat dan ditempatkan di kabin pesawat. Tas tentengan ini kan isinya pakaian harian selama di embarkasi Batam dan dalam perjalanan menuju Madinah.
Saya berharap kepada seluruh JCH, agar tidak membawa barang terlalu banyak, apalagi melebihi kapasitas yang dibolehkan, sebab nanti sewaktu pemulangan, tentu barang-barang ini, akan bertambah lagi dua atau bahkan tiga kali lipat. Jika barang terlalu banyak, ada kemungkinan tidak terangkut oleh pesawat. Kasihan kan, ujar Ahmad Supardi. (Ash)***