Riau (Inmas) – Usai Pengumuman seleksi petugas haji Tingkat Kementerian Agama Kabupaten/kota. Peserta yang lulus mengikuti seleksi tahap kedua di Tingkat Kanwil Kemenag Provinsi Riau pada Selasa, (05/03). Hal yang berbeda, pada tingkat Kanwil Kemenag Provinsi tidak menggunakan test secara tertulis lagi, namun menggunakan pola Computer Assisted Test (CAT). Selain test CAT peserta juga akan mengikuti ujian praktek dan wawancara.
Tim Ditjen PHU Kemenag RI yang diwakili Muhammad Hanif menjelaskan untuk BPIH Arab Saudi 1440 hijriyah/ 2019 M terutama seluruh proses ibadah haji pada semua aspek unit manajemen sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Ia mengatakan bahwa keberangkatan jamaah haji kloter pertama akan diberangkatkan pada Tanggal 7 Juli 2019 dan kloter terakhir tanggal 5 Agustus 2019. Selanjutnya untuk Wukuf di arafah pada Tanggal 10 agustus 2019. Dan kepulangan jamaah haji ke tanah air akan dimulai tanggal 17 september, bererakhir pada 19 september 2019.
Sebelum keberangkatan ibadah haji perlu dilakukan rekrutmen TPHI, TPIHI, dan PPIH Arab Saudi melalui seleksi. Diawali seleksi administrasi, seleksi kompetensi, dan wawancara. Berbeda dari tahun lalu, musim haji tahun ini rekrutmen petugas haji menggunakan sistem CAT.
Pada kesempatan yang sama Ketua KPIH Sardimin memastikan pelaksanaan ujian dengan CAT telah siap dilaksanakan seluruh provinsi di Indonesia. Komposisi soal terdiri atas pengetahuan Umum sebanyak 15 persen, regulasi tentang perhajian 15 persen, Manasik haji 15 persen dan 55 persen untuk pengetahuan bidang tugas.
Sarmidin menuturkan pelaksanan berbasis android merupakan hasil modifikasi dari tahun ke tahun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pola Cat menjadi suatu keniscyaan bagi pelaksanaan test petugas. Ia mengapresiasi pelaksanaan test dengan CAT, mengingat semakin tingginya peran petugas haji kepada jamaah. “Test ini harus betul betul dilaksanakan secara objektif, proporsional sehingga semua kebutuhan petugas terhadap jamaah bisa berjalan sebagaimana mestinya”, ujar Sarmidin.
Terkahir ia mengingatkan kemampuan petugas haji hari ini semakin kompleks.”Peserta ujian harus mampu mengoperasikan ponsel andorid, petugas haji harus ramah teknologi, sehingga ketika melaksanakan tugasnya seperti pelaporan dan hal lainnya nanti, bisa lebih efisien dan efektif”, tukasnya.
Hadir pada kegiatan itu Ketua KPHI, Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau, Kasi Pembinaan Haji, Kasubbag Ortala Kepegawaian Kanwil Kemenag Riau.(vera/faj)