0 menit baca 0 %

5 Gerakan Kesadaran Membudayakan Al Quran

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Pada pengarahan Pembukaan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) LPP RRI Pekanbaru, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, sangat mengapresiasi kegiatan yang memiliki 3 cabang yaitu 69 peserta Tilawah, 46 peserta Tausiyah, dan 26 grup Fahmil Quran dan dilaksanakan dari tan...

Pekanbaru (Inmas) - Pada pengarahan Pembukaan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) LPP RRI Pekanbaru, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, sangat mengapresiasi kegiatan yang memiliki 3 cabang yaitu 69 peserta Tilawah, 46 peserta Tausiyah, dan 26 grup Fahmil Quran dan dilaksanakan dari tanggal 3 s/d 5 Mei 2017, di Aula Pertemuan LPP RRI Pekanbaru.

"Apresiasi terhadap kegiatan yang serupa ternyata tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi lembaga kepemerintahan seperti RRI ini juga memberikan perhatian terbaik bagi kebutuhan masyarakat dalam bidang agama dan keagamaan terutama membudayakan membaca Al Quran," jelas Ahmad Supardi.

Selain itu, Beliau menambahkan, MTQ, STQ, dan PTQ merupakan kegiatan yang harus menggugah perhatian dan minat masyarakat akan keberadaan Al Quran sebagai pedoman kehidupan, maka dari itu ada 5 gerakan kesadaran masyarakat untuk membudayakan Al Quran.

"Hal pertama dan hal yang paling utama dilakukan oleh kita adalah gerakan membaca Al Quran, minimal sekali dalam sehari kita dapat membaca Al Quran sehingga dalam setahun kita bisa beberapa mengkhatamkan Al Quran, kemudian selanjutnya setelah membaca Al Quran maka sebaiknya kita harus dengan gerakan memahami Al Quran. Gerakan ini menunjukkan bahwa selain membaca Al Quran kita juga perlu membaca arti dari bacaan Al Quran tersebut agar kita memahami maksud dari bacaan Al Quran tersebut," papar Lelaki kelahiran Simangambat tersebut.

Kemudian poin selanjutnya, Beliau meneruskan, gerakan menghayati Al Quran bahwa Al Quran yang sudah dibaca dan dipahami harus juga dihayati dengan seksama agar makna yang terdalam pada Al Quran yang penuh dengan keilmuan, tata krama, sopan santun, bahkan seni yang sangat luar biasa dapat diresapi dalam kehidupan.

"Gerakan membaca, memahami, dan menghayati tentu akan dibuktikan dengan gerakan mengamalkan Al Quran di dalam kehidupan sehari-hari sehingga kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaran agama Islama. poin yang terakhir adalah gerakan mengajarkan Al Quran kepada anak-anak kita yang merupakan generasi penerus yang tentunya kehidupan mereka harus lebih baik dari yang sekarang terutama Al Quran juga bisa menjadi penyaring kehidupan negatif bagi generasi penerus akan kemajuan jaman yang serba dinamis ini," papar mantan Kasubbag Hukmas dan KUB.

Akhir dari pengarahan, Bapak humoris ini mengharapkan bahwa kegiatan PTQ ini mampu menciptakan anak-anak muda berbakat dan berprestasi dalam melestarikan Al Quran, tidak hanya pada tingkat nasional tetapi juga internasional. (nvm/fadz)