0 menit baca 0 %

4650 Jamaah Haji Riau Sudah Lakukan Rekam Biometrik

Ringkasan: Riau (Inmas) - Perekaman biometrik menjadi salah satu yang diterapkan kepada jamaah 1440H/2019M. Proses rekaman biometrik kepada jemaah menjadi syarat Pemerintah Saudi untuk menerbitkan visa haji. Proses rekaman pun terus berlangsung di sejumlah kantor VFS Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah d...
Riau (Inmas) - Perekaman biometrik menjadi salah satu yang diterapkan kepada jamaah 1440H/2019M. Proses rekaman biometrik kepada jemaah menjadi syarat Pemerintah Saudi untuk menerbitkan visa haji. Proses rekaman pun terus berlangsung di sejumlah kantor VFS Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Termasuk Provinsi Riau. Hingga hari ini tercatat dari 5030 jamaah sudah melakukan rekam biometrik sebanyak 4650 atau sekitar 90,8%. Demikian diungkapkan oleh H Suhardi Hs SAg MA kepada humas diruang kerjanya, Senin (16/04). “Setelah dicek ke kabupaten/ kota. ternyata yang tidak diusulkan masalah pasport karena ada jamaah yang ingin bergabung dengan keluarga”, sebutnya. Menurutnya, proses rekam biometrik berlangsung setiap hari dan jam kerja di kantor VFS Tasheel. “Setiap pagi jamaah kami berikan tausyiah, sembari menunggu agar tidak jenuh”, ceritanya. Paling tidak informasi seputar alasan alasan pelaksanaan biometrik. Kebijakan arab saudi sebagai syarat mendapatkan Visa, dan di asrama haji tidak melakukan biometrik lg. Suhardi mengajak jamaah untuk sabar selama menunggu antrian. “Anggaplah ini sebagai miniatur perjalanan ke mekah. Mantapkan kesabaran dan keikhlasan kita. Alhamdulillah para Jamah menerima”, sebutnya. Dia pun menargetkan proses rekaman bisa selesai pada akhir April. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan VFS Tasheel agar proses rekam biometrik bisa lebih dipercepat lagi. Suhardi mengatakan sejauh proses perekaman biometrik tidak ditemukan kendala yang berarti. Hanya saja sempat terjadi, ada sepasang suami istri jamaah dari Dumai yang sudah sampai sini, tapi istirahat ke rumah keluarganya dan tertidur, sementara tidak ada laporan atau ijin ke pihak VFS Tasheel atau panitia Bidang Haji, sehingga tidak ada laporan ke petugas. “Padahal kalau ada laporan sampai tengah malam juga ditunggu, solusinya mereka diarahkan ke Adi sucipto” jelasnya. Ia mengakui antrian yang cukup panjang memang membuat jamaah akan jenuh, maka diberikan kesempatan untuk beristirahat.(vera)