Riau (Inmas)- Pemulangan kloter kedua jamaah haji gelombang kedua berjalan lancar pada Rabu (04/09) waktu Arab Saudi. Praktis, saat ini tinggal jamaah haji gelombang kedua yang berada di Madinah dua kloter lagi yaitu BTH 20 gabungan 11 kabupaten/kota dan BTH 29 gabungan dengan dua provinsi lain. Secara bertahap, mereka diberangkatkan menuju tanah air.
Total jamaah haji BTH 19 gelombang kedua yang dipulangkan ke tanah air adalah Jemaah haji yang berasal dari Kabupaten Kuansing dan Kabupaten Siak.
Jemaah gelombang kedua ini semula tiba di Arab Saudi dari Jeddah. Kemudian pulang ke tanah air dari Madinah. Sebaliknya, jamaah gelombang pertama tiba dari Madinah, kemudian pulang ke Indonesia dari Jeddah.
Jemaah haji Indonesia tak terkecuali jemaah haji asal Riau yang akan pulang ke Indonesia tampak mengenakan seragam batik yang telah ditentukan.
Ketua TPHI kelompok terbang BTH 19 Resman Junaidi menuturkan, pemberangkatan jemaah haji asal Siak dan Kuansing awalnya berjumlah 450 orang termasuk petugas.
“Namun total jemaah beserta petugas kloter yang telah diberangkatkan dari Madinah menuju Bandara Hang Nadim Batam untuk pulang ke tanah air 449 jemaah,” katanya.
Ia menyebut dari total 450 jemaah awal, tercatat satu jemaah wafat di tanah suci atas nama Carsih Kadmiyan ramesi. No pasport C2706927. No porsi 400078778 ( kab kuansing )
Kemudian 1 jemaah BTH 19 atas nama Sumiyati Muhammad Iskak asal Kuansing masih harus tinggal di Arab Saudi untuk menjalani perawatan karena sakit.
Selain itu juga ada jemaah yang mutasi masuk atas nama Ruslan Tuomad Ghani dari BTH 07 dan Tukiman Godto dari BTH 20. Sedangkan jemaah yang mutasi keluar adalah Mufia Farida, Carsih Kadmiyan Ramesi dan Sumiyati Muhammad Iskak.
Menurut data Siskohat saat ini jumlah realisasi jamaah haji asal Riau yang sudah dipulangkan tercatat sebanyak 4916 jemaah.
Selain yang dipulangkan ke tanah air melalui Jeddah, ada yang berangkat dari Madinah.
Resman mengatakan pemulangan ke tanah air dan keberangkatan ke Bandara AMMA berjalan lancar.
Mereka didorong dari Hotel Luluaq Mubarak & Mukhtar Zahabi Sektor 4 menuju bandara AMMA Madinah pada hari Rabu, 04 September 2019 pukul 03.00 WAS atau 07.00 WIB, sebut Kasi Pendis Siak tersebut.
Selanjutnya jemaah diterbangkan dengan pesawat Saudi Arabia Airlines SV 5400 ke tanah air pada Rabu tanggal 4 September pukul 08.00 WAS atau 12.00 WIB dan mendarat di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 21.00 WIB, rincinya.
"Mereka akan diterbangkan sesuai agenda pada pukul 01.00 dini hari nanti ke Pekanbaru", katanya.
Adapun Jumlah Jemaah akhir pada saat debarkasi 449 orang termasuk 5 petugas. Sementara itu untuk jemaah riati pada kelompok terbang 19 terhitung 178 jemaah pria dan 188 jemaah wanita sehingga total jemaah risti adalah 366 jemaah, ujar Resman.
Selain itu jemaah yang tanazul akhir pada BTH 19 adalah jemaah atas nama Sumiyati dengan nomor pasport C2707032. No porsi 400074548. Post operasi fraktur patela ( kab kuansing), lanjutnya melaporkan.
Selanjutnya jemaah yang menggunakan kursi roda pada kelompok terbang BTH 19 adalah 12 orang jemaah, dan dua jemaah memakai alat bantu tongkat.
Kini ketika jemaah haji gelombang kedua kloter BTH 19 sudah mendarat di tanah air di Bandara Hang Nadim Batam. Jemaah kloter BTH 20 sedang menunggu antrean untuk pulang dari jemaah gelombang kedua yang diberangkatkan dari Madinah.
Di sisi lain, jumlah jemaah haji Riau yang telah meninggal dunia sudah mencapai 10 orang jamaah dan yang sakit di Arab Saudi sebanyak 4 jemaah haji.
Mereka adalah Sunaryo Bin Sunardi dari BTH 03 asal Inhil dirawat di RS Al Nur Mekkah, Azwir Ahmad Hasan asal Pekanbaru dari BTH 5 dirawat di RSPAD, Masri Lahakim Salam asal Rohil dari BTH 08 dirawat di RSAS dan Sumiyati Muhammad Iskak asal Kuansing dari BTH 19.
Sebagai informasi jemaah BTH 19 disambut langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA yang menjabat sebagai Wakil Ketua PPIH EHA Riau. Didampingi Kepala Kankemenag Kabupaten Kampar Drs H Alfian MA di ruang kedatangan Bandara Hang Nadim Batam .(vera)