0 menit baca 0 %

448 CJH Kloter Pertama Pekanbaru BTH 2 Tiba di Madinah

Ringkasan: Riau (Inmas) Kloter pertama dari Embarkasi Haji Antara (EHA), tiba dengan selamat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Sabtu (6/7/2019). Jemaah tiba  sekitar pukul 15.00 WAS atau pukul 18.00 WIB. Hal itu di utarakan oleh Kasi PHU Kota Pekanbaru Dahlan melalui sambungan via...

Riau (Inmas) – Kloter pertama dari Embarkasi Haji Antara (EHA), tiba dengan selamat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Sabtu (6/7/2019). Jemaah tiba  sekitar pukul 15.00 WAS atau pukul 18.00 WIB. Hal itu di utarakan oleh Kasi PHU Kota Pekanbaru Dahlan melalui sambungan via seluler, Sabtu (06/07).

Dari hasil pantauan Dahlan proses kedatangan jemaah haji berlangsung cukup cepat karena jemaah tidak perlu menunggu koper bagasi.

Usai proses imigrasi,  jemaah haji menaiki bus untuk diberangkatkan ke Hotel Gulnar Thayibah di sektor 5 Madina. Di hotel itulah mereka menginap selama di Madinah.

"Jarak dari hotel ke Masjid Nabawi tak jauh, hanya 100 meter saja dari pintu masuk 37", sebutnya.

Kloter 2 BTH yang dimotori oleh Dr H Rialis, usai upacara penyambutan, jemaah langsung diarahkan untuk menunggu bus yang akan mengantar mereka ke hotel bernomor hotel 501.

Hal itu juga dibenarkan oleh Ketua  Kloter H Rialis, melalui  via seluler. Ia menambahkan jemaah yang membawa jamaah 448 orang tersebut selamat sampai tujuan dalam kondisi sehat, setelah menempuh perjalanan lebih kurang 8 jam.

Dikatakannya, sebelum diterbangkan ke Madinah, jamaah dari PKU pukul 04.00 WIB sampai di  Bandara Hang Nadim Batam pukul 04.45.

“Jamaah itu disambut oleh tim kesehatan dan KKP 3 orang” katanya.

Rialis menyebut kedatangan jemaah haji perdana asal Pekanbaru ini didampingi tim TPHI selaku Ketua Kloter DR Rialis, Asmuni MA, Dr Harinya Deatsy, Desi Novita, Widodo sebagai tim kesehatan selama jamaah beribadah di tanah suci.

Berdasarkan data, dari 448 jemaah asal Pekanbaru itu tercatat jamaah wanita sebanyak 204 orang dan pria sebanyak 175 jamaah. 2 di antaranya memakai tongkat untuk berjalan dan 10 orang lainnya menggunakan kursi roda. Dan 1 jemaah tunda 1 dengan terdiagnosa paranoid. (vera)