0 menit baca 0 %

438 JH Kloter 6 BTH Tiba di Tanah Air dan 3 Wafat

Ringkasan: Batam (Inmas)- Berdasarkan Pantauan di Bandara Hang Nadim Batam, realisasi kedatangan JH Kloter 6 BTH dari Jeddah mengalami keterlambatan 22 menit dari jadwal semula pukul 23.00 WIB. JH Kloter 6 BTH berjumlah 445 jamaah dengan rincian Siak (Riau) 249 jamaah, Pelalawan (Riau) 189 jamaah dan jamaah ta...

Batam (Inmas)- Berdasarkan Pantauan di Bandara Hang Nadim Batam, realisasi kedatangan JH Kloter 6 BTH dari Jeddah mengalami keterlambatan 22 menit dari jadwal semula pukul 23.00 WIB. JH Kloter 6 BTH berjumlah 445 jamaah dengan rincian Siak (Riau) 249 jamaah, Pelalawan (Riau) 189 jamaah dan jamaah tanazul dari Kota Jambi (Jambi) 2, dan 5 orang petugas.

Dua orang JH yang mutasi masuk ke dalam Kloter 6 BTH atas nama Johni Najwan Linar Syaban Nomor Porsi 0500032028 asal Kota Jambi dari Kloter 21/50 dan Evi Sholia Rozina Nomor Porsi 0500032025 asal Kota Jambi dari Kloter 21/51.dan 3 orang jamaah wafat atas nama Samidi Citro Sentono (69th), Risda Yarni Binti Muhammad Rasyid (48th), dan Hasan Basri Zakaria (69th).

Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Batam (BTH) Saharudin Kasim Abdullah mengatakan pihaknya menemui beberapa kendala saat harus memimpin pelaksanaan ibadah haji bagi 446 Jamaah Haji (JH) yang tergabung dalam kloternya. Dia bersama empat rekan petugas lainnya memimpin JH asal Siak dan Pelalawan (Riau). Hal tersebut dikatakan Saharudin Kasim Abdullah saat melaporkan kondisi kloternya saat tiba di Asrama Haji Batam, Rabu (13/9) dini hari.

“Dapat kami laporkan sebanyak 370 jamaah melakukan nafar awal dan 70 jamaah lainnya melakukan nafar sani. Kendala yang dihadapi antara lain jumlah persediaan obat yang kurang sehingga sebelum pelaksanaan haji berakhir obat sudah habis dimana banyak jamaah kami yang sakit”, kata Saharudin Kasim Abdullah.

Dia juga mengatakan ada jamaah haji yang hilang, namun bisa ditemukan setelah dicari oleh petugas. “Saya merasakan kerjasama petugas sebagai tim sangat kuat termasuk kerja keras Karu dan Karom. Saya meyakini tanpa bantuan Karu dan Karom mustahil kerja petugas kloter bisa lancar”, katanya lagi.

“Saya bersama petugas lainnya memohon maaf jika dalam pelayanan kami masih kurang maksimal sebagai manusia pasti ada kelemahan”, tambah Saharudin.

Sementara itu Wakil Bupati Pelalawan Drs. H. Zardewan berpesan sesampainya JH di daerah agar tetap menjaga kesehatan. “Periksa ke pusat kesehatan terdekat jika sakit, karena saya lihat semua JH batuk. Di daerah Pemerintah sudah menyiapkan penyambutan. Dan tolong jaga kemabruran haji dengan meningkatkan kesalehan sosial”, kata Zardewan. (nik/mus/htmn)