0 menit baca 0 %

430 Santri MDTA Se-Kecamatan Koto Gasib Ikuti Khatam Al-Quran

Ringkasan: Siak (Inmas) – Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Awaliyah Kecamatan Koto Gasib menggelar acara Khatam Al-Qur’an terhadap Santri MDTA Se-Kecamatan Koto Gasib, Kamis (12/05/16) di Masjid Royatul Iman Koto Gasib. Dari laporan panitia pelaksana, Drs.

Siak (Inmas) – Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Awaliyah Kecamatan Koto Gasib menggelar acara Khatam Al-Qur’an terhadap Santri MDTA Se-Kecamatan Koto Gasib, Kamis (12/05/16) di Masjid Royatul Iman Koto Gasib. Dari laporan panitia pelaksana, Drs. Ahmad Dahyar mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 430 Santri MDTA peserta Khatam Al-Qur’an yang terdiri dari 24 MDTA Se-Kecamatan Koto Gasib. Selain peserta Khatam, kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Koto Gasib Syafrizal, S.Sos, Kepala Kemenag Siak yang diwakili Oleh Kasi Pendis Drs. H. Nursya, Kepala MDTA Se-Kecamatan Koto Gasib beserta majelis Guru, Orang Tua/Wali Santri kelas IV beserta Santri kelas Satu sampai kelas III.

Ada pun tujuan diadakan kegiatan tersebut Kata Ahmad Dahyar yakni untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sebagai petunjuk bagi Manusia. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan kegiatan ini, Masyarakat di Kecamatan Koto Gasib Khususnya dan Kabupaten Siak pada umumnya termotivasi untuk menyekolahkan Anaknya di MDTA.

Sementara itu Kepala Kemenag Siak yang diwakili Kasi Pendidikan Islam Drs.H.Nursya dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Khatam Al-Qur’an ini jangan hanya digelar sebagai seremonial saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana cara Kita menarik minat Masyarakat khususnya Anak-anak Kita agar tetap giat membaca Al-Qur’an.sehingga Magrib Mengaji yang sudah diintruksikan oleh pemerintah Daerah beberapa Tahun yang lalu tetap jalan sesuai yang Kita harapkan dan dapat Kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Diakhir sambutannya Ia mengatakan sebagaimana Hadits Nabi SAW “ Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagairahanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit. (Muttafaq Alaihi)” (Awl)