Kampar (Humas) – Sebanyak 404 murid Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) se Kecamatan Bangkinang Kota ikuti Wisuda bersama. Demikian disampaikan Ketua Panitia Wisuda PDTA tahun 2014 Muhammad Sofian SAg dalam laporannya saat acara berlangsung hari kamis (22/05) di Gedung Mahligai Bungsu. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Muhammad Ali MSy, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kab. Kampar Mukhlis SPdI, Ketua FKDT Kec. Bangkinang Kota Dahrizal SE, orang tua wali murid dan ratusan undangan yang lainnya.
Syofian mengatakan, 404 murid PDTA ini tersebar kedalam 20 PDTA dari 23 PDTA yang ada di Kec. Bangkinang Kota. Ini artinya ada tiga PDTA yang tidak ikut bergabung. Wisuda bersama ini merupakan wisuda yang ke tujuh. Yang mana wisuda bersama ini telah dimulai sejak tahun 2008 lalu, dan Alhamdulillah semakin tahun semakin banyak Murid PDTA yang diwisuda. Adapun tema dari Wisuda kali ini adalah “Bekali Anak dan Generasi Islam dengan Pendidikan Agama dan Berakhlaqul Karimah”, jelasnya.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Muhammad Ali MSy dalam kata sambutannya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh undangan yang hadir karena tidak bisa menghadiri acara wisuda bersama yang ke 7 ini. Hal ini diakibatkan karena ada acara yang sama yang tidak bisa ditinggalkan.
Lebih lanjut Ali mengatakan, PDTA ini adalah pendidikan non formal, namun sangat dibutuhkan keberadaanya oleh seluruh lapisan masyarakat yang beragama Islam. Oleh karena itu peran serta Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar sangat dibutuhkan baik itu bantuan fisik maupun bantuan yang lainnya. Karena tanpa ada bantuan dari Pemerintah, tantu PDTA ini akan sulit berkembang.
Sementara itu Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH dalam arahannya menyampaikan keprihatinannya kepada guru-guru PDTA yang masih banyak tidak mendapatkan honor. Padahal honor Guru PDTA ini sangat minim yakni Rp. 317.000. Jika kita ingin menyukseskan pilar pertama pembangunan Kab. Kampar yakni Akhlak dan Moral, tuntunya hal ini mendapat perhatian yang serius dari Pemda Kab. Kampar.
Lebih lanjut Ibrahim Ali juga menyampaikan keprihatinannya pada Pembangunan di Kab. Kampar, yang mana pembangunan yang telah dilakukan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, baru dibangun tapi tidak lama bisa dipakai. Contohnya saja Gedung Mahligai Bungsu dan Masjid Islamik Centern ini, keadaannya banyak yang telah bocor bahkan ada sebagian yang telah hancur. Ini menandakan akhlak dan moral di Kab. Kampar ini sangat menyedihkan. Karena Dua bangunan ini merupakan icon Pemda Kab. Kampar, namun tidak bisa diatasi. Padahal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kab. Kampar saat ini 2,4 Triliun.
Kemudian di Kab. Kampar ini dijuluki dengan Serambi Mekkahnya Provinsi Riau, namun dalam kenyataannya masih banyak tempat-tempat maksiat dan perjudian yang merajalela (berkeliaran) di Bumi Kampar tercinta ini. Hal ini juga menandakan para pejabat di Kab. Kampar tidak bekerja secara optimal, tegas Ibrahim.
Oleh karena itu, melalui momentum kali ini, mari kita ciptakan, kita buktikan kecintaan kita terhadap Kab. Kampar ini, mulai dari diri kita sendiri dengan senantiasa memperbaharui akhlak dan moral kita agar pembangunan di Kab. Kampar ini terarah dan dapat dinikmati manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga Kab. Kampar ini lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, pungkas Ibrahim. *** (Ags)