0 menit baca 0 %

402 Jemaah Kloter BTH 03 Memilih Nafar Tsani, Besok Akan Dipulangkan ke Mekkah

Ringkasan: Riau (Inmas) Jemaah haji reguler asal Riau yang tergabung dalam kloter BTH 03 saat ini tengah berada di Mina, usai melakukan rukun haji wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah. Selanjutnya para jemaah akan diberi dua pilihan untuk tinggal di Mina, memilih untuk nafar awal atau nafar tsani.

Riau (Inmas) – Jemaah haji reguler asal Riau yang tergabung dalam kloter BTH 03 saat ini tengah berada di Mina, usai melakukan rukun haji wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah. Selanjutnya para jemaah akan diberi dua pilihan untuk tinggal di Mina, memilih untuk nafar awal atau nafar tsani.

Nafar, dari segi bahasa artinya rombongan. Sedangkan menurut istilah adalah keberangkatan jemaah haji meninggalkan Mina pada hari-hari tasyrik. Nafar terbagi dua bagian yakni nafar awal dan nafar tsani.

Demikian diutarakan Ketua kloter BTH 03 Khairulnas kepada humas, Selasa (13/08), pukul 23.00 WIB atau 19.00 waktu setempat. Nafar awal artinya para jemaah bakal meninggalkan Mina pada tanggal 12 dzulhijjah, dan dilakukan sebelum terbenam matahari.

Sementara jika memilih nafar tsani maka jemaah akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah. 

Ini mengingat persyaratan Nafar Awal adalah sebelum terbenam matahari sudah harus meninggalkan Mina.

Semula sesuai agenda jemaah kloter BTH 03 jemaah yang Risti akan dinafar awalkan. Namun mengingat faktor jalan ditutup akhirnya jemaah risti tidak jadi dipulangkan, sambungnya.

Agenda berubah, direncanakan kepulangan ke Mekkah bersamaan dengan jemaah lainnya esok hari Rabu, (14/08), terang Khairulnas.

Terkait dengan pelaksanaan jamarat di Mina, Khairulnas melaporkan jemaah BTH 03 bersepakat mengambil Nafar Tsani.

“Karena kalau setelah matahari tenggelam jemaah tersebut masih berada di Mina, maka dia harus melanjutkan mabit dan mengambil Nafar Tsani”, katanya.

Ia menyebut tujuh kloter yang tergabung dalam maktab 6, hanya BTH 03 saja yang memutuskan Nafar Tsani. Sedangkan kloter lainnya hanya 25 jemaah yakni dari kloter BTH 07 yang mengambil Nafar Tsani.

Ia mengaku sebelumnya keputusan jemaah mengambil Nafar Tsani sempat diwacanakan berubah menjadi Nafar awal. Dengan pertimbangan tenda Mina Jadid tidak sanggup menampung seluruh jemaah, sehingga banyak jemaah yang berada di luar tenda.

Ditambah lagi dengan jarak tempuh perjalanan ke jamarot yang jauh. “Lebih kurang 4 Km pergi dan pulang berjarak 4,5 Km, karna sedikit memutar sehingga totalnya sejauh 9,5 km”, jelasnya.

Disamping itu juga jemaah Risti yang perlu perawatan intensif turut menjadi pertimbangan lainnya. “Sementara melihat kondisi tenda, sangat sulit dengan segala keterbatasan tempat dan fasilitas, lanjutnya.

Khairulnas mengakui, keputusan Nafar Tsani bukan semata mata keputusan sepihak, namun dilakukan dengan musyawarah bersama jemaah yang tetap memilih untuk Nafar Tsani.

“Mereka ingin menyempurnakan seluruh hari tasyrik untuk jumrah 'ula, wustha dan aqobah”, tukasnya.

Tercatat jemaah kloter BTH 03 sebanyak 440 jemaah, petugas 5 orang. 4 jemaah tengah dirawat di RSAS dimana 2 orang jemaah dirawat di Rumah sakit Arab Saudi dan dua lainnya di rawat di KKHI atas nama Sunaryo, Toni, Syahyunan dan Norsiah. Sehingga total seluruhnya 449 orang dengan rincian 47 orang memilih Nafar awal dan 402 lainnya memilih Nafar Tsani.(vera)