Pekanbaru (Inmas)- Sebanyak 40 orang guru Katolik dari Kabupaten/ Kota se Riau meningikuti kegiatan Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Agama Katolik Tingkat Menengah yang ditanja oleh BImas Katolik Kanwil Kemenag Riau di Hotel Resty Menara Pekanbaru,18- 22 April 2016.
Acara yang bertemakan Melalui Bimtek Kurikulum 13 ini, menurut Kepala Bimas Katolik, Yuliana S Ag, peran dan pelayanan guru semakin profesional dan berkualitas dalam menjalankan tugas, baik di sekolah maupun di gereja- gereja. Sehingga terwujud masyarakat katolik 100 persen dan 100 persen pancasila.
“Dengan kegiatan ini kita harapkan guru- guru katolik dapat menyajikan materi dengan kemasan yang lebih baik. Karena guru saat ini dituntut untuk mengolah materi pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat lebih hidup,” ungkap Yuliana saat memberikan laporannya kegiatannya, Senin (18/4).
Ia berharap, guru Katolik dapat tetap eksis ditengah kemajuan zaman dengan memperkuat iman, larut tapi tidak hanya dalam menguasai teknologi modern.
76 Persen Ditentukan Tenaga Pendidik
Sementara itu Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyuddin MA, dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Agama punya fokus kegiatan yang tertuang dalam Visi dan Misi, yaitu bagaimana menjadikan manusia- manusia yang cerdas.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak lepas dari SDM sebagai tenaga pendidik. Guru itu haru cerdas, yaitu menguasai cara mengajar yang baik, menyajikan materi dengan baik dan menarik sehingga dapat diterima oleh anak didik,” jelasnya.
Ia menegaskan, penelitian 13 negara terkait dengan peningkatan mutu pendidikan 43 persennya ditentukan oleh tenaga pendidik. Sementara penelitian di Indonesia justru lebih tinggi, peningkatan mutu pendidikan 76 persen ditentukan oleh tenaga pendidik.
“Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah tenaga pendidik. Untuk itu potensi guru harus ditingkatkan dengan terus belajar, khususnya dimetodologi pengajaran. Karena guru- guru kita masih lemah di metodologi pengajarannya,” ungkapnya seraya berharap para guru katolik dapat mengikuti kegiatan peningkatan mutu dengan serius untuk meningkatkan kompetensi mengajarnya. (mus)